BeritaPeristiwa

10 Hari Karam, Kapal Nelayan Sampang Baru Dilaporkan ke BPBD

114
×

10 Hari Karam, Kapal Nelayan Sampang Baru Dilaporkan ke BPBD

Sebarkan artikel ini
10 Hari Karam, Kapal Nelayan Sampang Baru Dilaporkan ke BPBD
FOTO: Tim BPBD Sampang, saat melakukan evakuasi kapal nelayan milik warga Desa Banjar Talela. @by_News9.id

SAMPANG, NEWS9 – Sebuah kapal nelayan milik warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, dilaporkan tenggelam, 10 hari sebelum dilaporkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang baru menerima laporan insiden tersebut pada Senin (8/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapal berukuran sekitar 7 meter milik Moh Ru’e itu diketahui tenggelam pada Jumat (28/11).

Peristiwa karam terjadi saat gelombang laut meningkat dan angin kencang menghantam badan kapal yang tengah bersandar di Dermaga Taddan, Desa Taddan, Kecamatan Camplong.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan adanya laporan kapal tenggelam tersebut.

“Ya sudah 10 hari, tapi baru kemarin, yang melapor ke kami dan kami langsung ke lokasi,” ujar Hozin kepada News9.id Selasa (9/12).

Setelah menerima laporan, BPBD Sampang bersama unsur TNI serta warga setempat segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

Menurut Hozin, tim melakukan sejumlah langkah teknis, mulai dari koordinasi dengan pemilik kapal, penyelaman, hingga penalian pada kerangka dan mesin kapal.

“Tim melakukan koordinasi dengan pemilik kapal, penyelaman, serta penalian pada kerangka dan mesin kapal sebagai bagian dari proses evakuasi,” kata Hozin dalam keterangan tertulis, Senin (8/12).

Ia menjelaskan bahwa evakuasi difokuskan pada pengangkatan kerangka dan mesin kapal.

Meski cuaca di sekitar lokasi tampak mendung, proses penanganan berjalan tanpa kendala berarti.

Hozin menegaskan bahwa faktor utama tenggelamnya kapal adalah gelombang tinggi yang disertai angin kencang.

Kondisi tersebut membuat kapal tidak mampu bertahan, meski sedang dalam keadaan tidak melaut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kapal karam ini karena kapal sedang tidak melaut atau dalam kondisi sandar,” ujarnya.

BPBD Sampang memastikan proses penanganan akan terus dilakukan dan seluruh perkembangan evakuasi akan dilaporkan kepada pimpinan hingga tuntas. ***

Tinggalkan Balasan

>