Desak Hukuman Maksimal, Mahasiswa Bakal Geruduk PN Sumenep Jelang Putusan Oknum Guru Cabul

- Editorial Team

Minggu, 24 November 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sudiarto, Pelaku pencabulan terhadap murid-muridnya, @by_News9.id

Foto: Sudiarto, Pelaku pencabulan terhadap murid-muridnya, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Kasus dugaan pencabulan oleh seorang guru PNS bernama ‘Sudiarto‘ terhadap murid-muridnya yang masih di bawah umur terus menuai perhatian publik.

Saat ini, kasus tersebut tengah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Sumenep, dengan putusan sidang dijadwalkan pada Selasa (26/11/2024).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumenep menuntut terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp100 juta, subsider enam bulan kurungan.

Tuntutan tersebut merujuk pada Pasal 22 ayat 2 juncto Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga:  Penanganan Kasus Bank Jatim di Polres Sumenep Dinilai Cacat Hukum dan Prematur

Menjelang agenda putusan, sejumlah organisasi mahasiswa dan keluarga korban berencana menggelar aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri Sumenep pada Senin (25/11/2024).

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyatakan komitmennya untuk mengawal jalannya sidang hingga putusan dibacakan.

Ketua DPC GMNI Sumenep, Ali Muddin, menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan memberikan dukungan kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman maksimal kepada terdakwa.

“Kami berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya, agar ada efek jera dan keadilan bagi para korban,” ujar Ali Muddin, Minggu (24/11/2024).

Ali juga mengatakan bahwa surat pemberitahuan aksi telah disampaikan kepada Polres Sumenep sejak 22 November 2024.

Baca Juga:  Komunitas Penimbak Jitu Panyolo dan Pemuda Duko Desak Pemerintah Hentikan Tambang di Pulau Kangean

Menurutnya, aksi itu tidak hanya untuk mendukung keluarga korban, tetapi juga menjadi wujud solidaritas masyarakat dalam melawan kejahatan terhadap anak.

“Kasus ini tidak hanya memancing perhatian lokal, tetapi juga nasional. Publik menilai bahwa kejahatan terhadap anak harus dihukum seberat-beratnya demi memberikan perlindungan bagi generasi muda,” tegasnya.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyerukan pembaharuan kebijakan hukum untuk memperberat hukuman pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

“Sidang putusan pada Selasa mendatang menjadi momen krusial. Semua mata tertuju pada keputusan hakim, yang diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi para korban sekaligus menjadi langkah tegas dalam melindungi hak anak di Indonesia,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi
Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka
Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan
Chat Terbongkar, Pelaku Perkosaan dan Cabul Anak Diringkus Polisi
Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Belum Ada Kepastian Hukum
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:55 WIB

Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur

Jumat, 18 September 2026 - 12:52 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka

Berita Terbaru

FOTO: Massa aksi dari Pemuda Peduli Desa (PPD) di depan Mapolresta Sumenep, @by_News9.id

Headline

Aksi di Mapolresta Sumenep, PPD Desak Polisi Tangkap Asmawi

Jumat, 2 Okt 2026 - 17:00 WIB

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Tiga Hari di Masalembu, Camat Pergi, DPRD: Jangan Korbankan Rakyat

Jumat, 2 Okt 2026 - 13:57 WIB