SUMENEP, NEWS9 – Tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan poros Pandeman – Pabian menuju RS Abuya kian tidak terkendali, memicu kemarahan warga dan pengguna jalan.
Aroma busuk tidak hanya menusuk hidung, tapi juga menampar wajah pemerintah.
Suriyadi, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Kangayan, mengecam keras kondisi yang dinilai mencerminkan pembiaran tanpa solusi nyata.
“Ini bukan sekadar sampah, ini soal kelalaian. Kami minta Camat Arjasa segera turun tangan. Jangan tunggu situasi makin parah,” tegas Suriyadi, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut sudah pada level mengganggu aktivitas masyarakat.
Pengendara yang melintas terpaksa menahan napas, sementara warga sekitar harus hidup berdampingan dengan kondisi yang tidak layak.
“Kami mohon kepada seluruh pihak terutama pemangku wilayah Kecamatan Arjasa agar kita bisa duduk bareng mencari solusi terkait pembuangan sampah agar warga tidak sewenang-wenang buang sampah,” pintanya.
Ironisnya, jalur tersebut merupakan akses vital menuju fasilitas kesehatan. Namun, alih-alih memberikan rasa nyaman, justru menghadirkan pemandangan kumuh dan bau yang menyiksa.
Warga meminta pemerintah kecamatan hingga dinas terkait di Sumenep tidak lagi tutup mata.
Penanganan cepat dan solusi jangka panjang dinilai mendesak, sebelum persoalan itu berubah menjadi ancaman kesehatan yang lebih serius.
“Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik akan ikut terkikis terkubur bersama sampah yang tak kunjung diurus,” tandasnya. ***













>