BPBD Sumenep Peringatkan Potensi Banjir dan Kebakaran di Musim Kemarau Basah

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, @by_News9.id

FOTO: Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengeluarkan peringatan penting terkait potensi bencana di tengah musim kemarau basah yang kini tengah berlangsung.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, menjelaskan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumenep saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Namun, menurutnya, kemarau kali ini bersifat kemarau basah, yakni masih disertai curah hujan meski intensitasnya tidak tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Meskipun sudah masuk musim kemarau, namun hujan masih berpotensi turun. Jadi, jangan lengah terhadap kemungkinan banjir atau genangan,” ujar Laily, Senin (16/6/2025).

Ia menekankan, potensi genangan atau banjir kerap disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air.

Baca Juga:  Pernyataan Soal Mandangin Berujung Somasi, Plt Kadinkes Sampang Terancam Dilaporkan ke Polisi

Kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase di sejumlah titik, terutama di wilayah kota.

“Tadi pagi saja, saluran air di depan rumah saya penuh sampah. Itu menunjukkan betapa buruknya kebiasaan membuang sampah ke selokan. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Selain banjir, Laily juga mengingatkan akan potensi kebakaran yang bisa terjadi meski hujan masih turun.

Baca Juga:  Bangkitkan UMKM Lokal, BPRS Bhakti Sumekar Tunjukkan Aksi Nyata di Hari Jadi Sumenep ke-756

Menurutnya, musim kemarau basah juga membawa risiko kebakaran, terutama akibat pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, apalagi jika cuaca panas diselingi angin kencang. Masyarakat harus bijak, jangan sembarangan membakar atau membuang sampah kering yang mudah terbakar,” lanjutnya.

BPBD juga mengimbau agar masyarakat memangkas ranting pohon yang terlalu rimbun untuk mencegah pohon tumbang saat hujan disertai angin melanda.

Di sisi lain, ditanya terkait titik rawan banjir di Sumenep, Laily menyebutkan bahwa kawasan perkotaan masih menjadi lokasi paling rentan.

“Wilayah kota adalah yang paling rentan genangan. Banyak saluran air yang sudah tersumbat oleh sampah dan sedimentasi yang tinggi. Ini butuh pengerukan secara rutin,” jelasnya.

Sebab itu, BPBD meminta seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.

Baca Juga:  Inspirasi Polres Sumenep, Umroh untuk Pengabdian dan Prestasi

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau basah berlangsung. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak
Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah
PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep
Pilkades Sumenep 2027 Bakal Gunakan e-Voting
Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”
PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting
Tim KMB Turun Evaluasi Proyek Irigasi HIPPA Agil Jaya di Sampang
Dipercaya Lagi, M. Hariri Nahkodai KJS Periode 2026–2029
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:10 WIB

KMB Evaluasi Irigasi Plakaran Hijau, P3A Benahi dan Bantah Subkontrak

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kenal Pamit Kapolres Madiun, Bupati Hari Wuryanto Tekankan Penguatan Sinergi demi Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:08 WIB

PKDI Perkuat Sinergi dan Komunikasi dengan Polresta Sumenep

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:18 WIB

Jurnalis Sampang Gelar Aksi Tolak Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 23:28 WIB

PCNU Kabupaten Probolinggo Desak Pemerataan Pembangunan hingga Penanganan Nikah Siri dan Stunting

Berita Terbaru