BeritaPemerintahan

BPBD Sumenep Peringatkan Potensi Banjir dan Kebakaran di Musim Kemarau Basah

332
×

BPBD Sumenep Peringatkan Potensi Banjir dan Kebakaran di Musim Kemarau Basah

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, @by_News9.id
FOTO: Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengeluarkan peringatan penting terkait potensi bencana di tengah musim kemarau basah yang kini tengah berlangsung.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, menjelaskan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumenep saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Namun, menurutnya, kemarau kali ini bersifat kemarau basah, yakni masih disertai curah hujan meski intensitasnya tidak tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Meskipun sudah masuk musim kemarau, namun hujan masih berpotensi turun. Jadi, jangan lengah terhadap kemungkinan banjir atau genangan,” ujar Laily, Senin (16/6/2025).

Ia menekankan, potensi genangan atau banjir kerap disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase di sejumlah titik, terutama di wilayah kota.

“Tadi pagi saja, saluran air di depan rumah saya penuh sampah. Itu menunjukkan betapa buruknya kebiasaan membuang sampah ke selokan. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Selain banjir, Laily juga mengingatkan akan potensi kebakaran yang bisa terjadi meski hujan masih turun.

Menurutnya, musim kemarau basah juga membawa risiko kebakaran, terutama akibat pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, apalagi jika cuaca panas diselingi angin kencang. Masyarakat harus bijak, jangan sembarangan membakar atau membuang sampah kering yang mudah terbakar,” lanjutnya.

BPBD juga mengimbau agar masyarakat memangkas ranting pohon yang terlalu rimbun untuk mencegah pohon tumbang saat hujan disertai angin melanda.

Di sisi lain, ditanya terkait titik rawan banjir di Sumenep, Laily menyebutkan bahwa kawasan perkotaan masih menjadi lokasi paling rentan.

“Wilayah kota adalah yang paling rentan genangan. Banyak saluran air yang sudah tersumbat oleh sampah dan sedimentasi yang tinggi. Ini butuh pengerukan secara rutin,” jelasnya.

Sebab itu, BPBD meminta seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau basah berlangsung. ***

Tinggalkan Balasan