BeritaBudaya

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

197
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
FOTO: Peserta Festival Ketupat 2026 yang digelar di Pantai Lombang, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Ratusan peserta tumpah ruah memeriahkan Festival Ketupat 2026 yang digelar di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kamis (26/3/2026).

Beragam kreasi ketupat unik dan penuh makna budaya ditampilkan, mulai dari katopa’ sangoh (bentuk paling umum), katopa’ toju’, katopa’ kope’, katopa’ bhâbâng, katopa’ jhârân, hingga katopa’ berbentuk masjid.

Festival tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat umum.

Suasana semakin semarak dengan berbagai kegiatan menarik, seperti lomba menganyam ketupat dan sajian kuliner khas berbahan dasar ketupat yang menjadi magnet utama bagi para pengunjung.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara, terutama saat lomba menganyam ketupat berlangsung.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pelestarian tradisi budaya yang masih kuat mengakar di tengah masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa festival itu bukan sekadar perayaan, melainkan upaya konkret menjaga warisan budaya sekaligus mempererat silaturahmi.

“Kami berharap melalui festival ini, nilai kebersamaan dan semangat gotong royong tetap terjaga di tengah masyarakat,” ujar Faruk di sela-sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, Festival Ketupat 2026 menghadirkan dua kategori lomba utama, yakni lomba menu olahan ketupat yang diikuti oleh ASN perangkat daerah, hotel, dan restoran, serta lomba menganyam kreasi ketupat yang diikuti sebanyak 120 peserta.

Para peserta lomba kuliner menampilkan berbagai inovasi olahan ketupat dengan cita rasa khas dan penyajian kreatif.

Sentuhan modern dipadukan dengan kearifan lokal, menghasilkan sajian yang menggugah selera sekaligus memperkaya khasanah kuliner daerah.

Sementara itu, lomba menganyam ketupat menjadi bukti nyata keterampilan dan ketelatenan peserta dalam menjaga tradisi.

Beragam bentuk unik yang dihasilkan mencerminkan kreativitas tinggi sekaligus kecintaan terhadap budaya lokal.

Festival Ketupat 2026 tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menjadi pengingat kuat bahwa tradisi bisa tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah arus modernisasi. ***

Exit mobile version