SUMENEP, NEWS9 – Rasa aman warga di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini sangat mengkhawatirkan.
Warga mengaku resah akibat maraknya aksi pencurian yang diduga telah berubah menjadi perampokan bersenjata dan terjadi hampir setiap malam.
Salah seorang warga, Ruspandi, mengungkapkan bahwa pelaku tidak lagi beraksi secara sembunyi-sembunyi, melainkan mendatangi rumah warga secara terang-terangan untuk mengambil barang berharga.
“Hampir setiap malam pelaku masuk ke rumah warga dan mengambil barang milik masyarakat. Bahkan mereka membawa senjata tajam sehingga warga terpaksa menyerahkan harta bendanya karena takut,” ujar Ruspandi, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sudah tidak bisa lagi disebut sebagai pencurian biasa, melainkan perampokan yang mengancam keselamatan warga.
Situasi itu membuat masyarakat hidup dalam ketakutan dan merasa kehilangan rasa aman.
Ruspandi juga mempertanyakan langkah aparat kepolisian yang dinilai belum menunjukkan tindakan nyata untuk menghentikan aksi para pelaku.
Ia menilai keresahan masyarakat seolah tidak mendapat respons yang serius.
“Masyarakat hidup dalam ketakutan, tetapi kami belum melihat langkah tegas untuk memberantas para pelaku. Seolah hukum meredup ketika warga Masalembu membutuhkan perlindungan,” katanya.
Ruspandi mengingatkan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, citra keamanan di wilayah hukum Polres Sumenep akan dipertanyakan.
Warga, kata dia, berhak memperoleh perlindungan, keamanan, dan ketenteraman sebagaimana dijamin oleh negara.
Ruspandi juga menyinggung bahwa maraknya aksi kriminalitas terjadi setelah penggerebekan rumah yang diduga milik bandar narkoba di Desa Masalima.
Menurutnya, sejak peristiwa itu, aksi pencurian dan dugaan perampokan justru semakin sering terjadi. Namun demikian, keterkaitan kedua peristiwa tersebut belum dapat dipastikan.
“Kami mempertanyakan keseriusan aparat kepolisian di Masalembu. Jangan sampai masyarakat menilai aparat menutup mata dan menutup telinga terhadap peristiwa yang meresahkan serta merugikan warga secara ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, saat dikonfirmasi menyatakan akan berkoordinasi dengan Kapolsek Masalembu.
“Siap bapak, kami mohon waktu,” singkatnya. (Nola)








