SUMENEP, NEWS9 – Pembangunan infrastruktur di Desa Aeng Merrah, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan tajam.
Warga menilai Kepala Desa setengah hati dan diduga kuat mendiskriminasi dalam membangun fasilitas umum, terutama akses jalan di Dusun Jebbur.
Keanehan terjadi pada proyek pengaspalan di dusun tersebut.
Jalan hanya diaspal pada bagian awal dan akhir, sementara bagian tengah dibiarkan rusak berat tanpa perbaikan.
“Yang diaspal cuma ujung-ujungnya. Tengahnya dibiarkan rusak parah. Sudah lama tidak dibenahi. Kami bingung, apakah memang begitu petunjuk pemerintah daerah?” keluh salah satu warga setempat, Kamis (27/11/2025).
Bahkan, warga mempertanyakan logika pembangunan tersebut.
Jika alasan Kepala Desa adalah keterbatasan anggaran, warga menilai keputusan itu janggal, karena pengaspalan hanya difokuskan pada titik-titik yang terlihat, bukan bagian yang benar-benar membutuhkan perbaikan.
Sementara itu, tim News9.id menelusuri langsung kondisi jalan di Dusun Jebbur.
Hasilnya, sebagian besar ruas jalan masih dalam kondisi rusak parah, becek, dan tidak layak dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Mirisnya, beberapa warga bahkan terpaksa memperbaiki jalan menggunakan dana pribadi, lantaran sudah tak tahu lagi ke mana harus mengadu.
Bahkan, lanjut warga, akses komunikasi ke pemerintah desa maupun pemerintah daerah disebut nihil.
“Kami seperti kehilangan harapan. Mau lapor ke siapa lagi? Pemerintah desa diam, pemerintah kabupaten juga tidak pernah turun melihat kondisi kami,” tutur warga lainnya.
Di sisi lain, warga mempertanyakan pernyataan Bupati Sumenep yang kerap menegaskan bahwa Dana Desa (DD) harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk perbaikan jalan rusak di pelosok desa.
“Kalau cuma pidato tapi tak ada realisasi, sama saja pencitraan. Kepala Desa Aeng Merrah jelas mengabaikan instruksi pimpinan tertinggi Sumenep,” ujar warga dengan nada kecewa.
Hingga detik ini, Kepala Desa Aeng Merrah, Asnawi, memilih bungkap seolah tutup mata meski pesan konfirmasi telah terbaca dengan tanda centang dua biru.
Kini, masyarakat Dusun Jebbur mengaku tak lagi berharap banyak pada pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
Warga setempat pasrah, apakah keluhan mereka akan ditangani atau kembali diabaikan seperti tahun-tahun sebelumnya. ***













>