LSM BIDIK Kecam Tindakan Asusila Oknum Ustadz di Ponpes Angkatan Arjasa

- Redaktur

Selasa, 3 Juni 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (ilustrasi) Ustadz SN, anak dari pengasuh pesantren di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, bersama santri @by_News9.id

Foto: (ilustrasi) Ustadz SN, anak dari pengasuh pesantren di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, bersama santri @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret nama ustadz SN, anak dari pengasuh pesantren di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, mendapat sorotan serius dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM BIDIK (Badan Investigasi dan Informasi Keadilan).

LSM BIDIK secara tegas mengecam tindakan tersebut dan mendorong aparat penegak hukum untuk menindak secara adil dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

“DPC LSM BIDIK mengecam setiap tindakan pelanggaran hukum, terlebih lagi perbuatan asusila (akhlak madzmumah) yang terjadi di lingkungan pondok pesantren,” ujar Ketua DPC LSM BIDIK, Muhlis, Selasa (3/6/2025).

Muhlis menegaskan bahwa dalam negara hukum, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Baca Juga:  Dugaan Perselingkuhan ASN Bidan di Sampang, Dinkes Tarik yang Bersangkutan untuk Jaga Kondusivitas

Oleh karena itu, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya, tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Muhlis menambahkan bahwa dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oleh ustadz SN adalah tanggung jawab pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi pondok pesantren tempat yang bersangkutan berasal.

“Itu adalah tindakan pribadi. Tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga atau institusi pondok pesantren,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pondok pesantren di Kecamatan Arjasa untuk terus memperkuat peran dalam memberikan pendidikan yang bermutu, keteladanan akhlakul karimah, serta aktif dalam dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Semoga pesantren tetap menjadi mercusuar moral dan pusat pembinaan generasi yang berakhlak mulia,” pungkas Muhlis. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB