BeritaKesehatan

Menkes Pastikan Madura Punya Laboratorium Kesehatan

289
×

Menkes Pastikan Madura Punya Laboratorium Kesehatan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (kanan), bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri). @by_News9.id
FOTO: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (kanan), didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri), saat kunjungan kerja, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan Pulau Madura akan segera memiliki laboratorium kesehatan khusus penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah, salah satunya campak.

Laboratorium itu dinilai sangat penting untuk mempercepat proses deteksi dini sekaligus memutus rantai penyebaran penyakit.

Selama ini, rumah sakit maupun puskesmas di Sumenep dan wilayah Madura lainnya harus mengirim sampel pasien ke Surabaya untuk memastikan diagnosis, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kami ingin Pulau Madura ada satu laboratorium penyakit campak supaya mudah mendeteksinya. Jadi, manakala ada pasien dengan gejala, bisa segera ditangani agar tidak menyebar di masyarakat,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat kunjungan kerja di Kabupaten Sumenep, Kamis (28/8/2025).

Menurutnya, keberadaan laboratorium di Madura akan memangkas waktu diagnosis dan memudahkan fasilitas kesehatan dalam melakukan deteksi dini.

Data hasil pemeriksaan pasien nantinya bisa langsung digunakan untuk melakukan surveilans, skrining, hingga langkah cepat mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kecepatan deteksi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan menyelamatkan lebih banyak nyawa. Bahkan, dari hasil diagnosis itu bisa langsung dilakukan imunisasi di satu desa atau kecamatan tempat pasien tinggal,” tegasnya.

Menkes juga mengapresiasi kinerja tenaga kesehatan di Madura, mulai dari dokter hingga petugas puskesmas, yang selama ini bergerak cepat menangani kasus campak di lapangan.

Ia berharap pelaksanaan imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) dapat menekan laju kasus baru.

“Kami mengharapkan ORI menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya imunisasi, sebagai perlindungan jangka panjang terhadap penyakit menular,” pungkas Budi. ***

Tinggalkan Balasan

>