Negara Dilecehkan, Mafia Solar Menggila di SPBU 54.694.07 Paberasan

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Jerigen-jerigen besar diturunkan dari sebuah mobil L300 hitam tanpa bak (spanten) dan diisi BBM solar subsidi. @by_News9.id

FOTO: Jerigen-jerigen besar diturunkan dari sebuah mobil L300 hitam tanpa bak (spanten) dan diisi BBM solar subsidi. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – SPBU Paberasan yang berlokasi di Jalan Raya Gapura No. 55, Pandaringan Barat, Desa Paberasan, Kecamatan Kota Sumenep, kembali mempertontonkan keberanian yang nyaris tanpa rasa takut.

Bukan keberanian melayani rakyat, melainkan keberanian menantang hukum dan mempermalukan negara.

SPBU bernomor 54.694.07 itu diduga kuat menjadi pemasok utama jaringan mafia BBM solar bersubsidi yang mengalir ke luar daerah, mulai dari Pasean dan Tamberu Pamekasan hingga Sepulu, Bangkalan.

Praktik ilegal tersebut bukan lagi bisik-bisik, melainkan dipertontonkan secara vulgar di hadapan publik.

Aksi mafia solar kini tak lagi sembunyi-sembunyi seolah regulasi negara hanyalah pajangan, dan aparat penegak hukum tak lebih dari penonton bisu tanpa nyali.

Pantauan langsung di lapangan pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 18.53 WIB, menunjukkan dugaan penyelewengan solar subsidi berlangsung terstruktur, sistematis, dan terang-terangan.

Baca Juga:  Doa Bersama untuk Negeri, Pemkab Sumenep Satukan Ikhtiar Spiritual dan Kepedulian Sosial

Solar bersubsidi terlihat diisi ke jerigen berukuran besar saat jam operasional normal sebuah praktik yang secara tegas dilarang oleh Kementerian ESDM yang terpampang di setiap SPBU.

“Sekarang mereka sudah tidak punya malu. Saat jam operasioanl jerigen diisi solar subsidi. Pengawasan aparat hukum seperti nihil,” ujar seorang warga sekitar SPBU dengan nada getir, Kamis (15/1).

Di lokasi kejadian, jerigen-jerigen besar diturunkan dari sebuah mobil L300 hitam tanpa bak (spanten).

Aktivitas tersebut berlangsung santai, nyaris tanpa rasa takut.

Ironisnya, operator SPBU terlihat berada di sekitar lokasi, memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan kemungkinan perlindungan.

Hingga saat ini tidak terlihat satu pun upaya penertiban baik dari aparat dan pemerintah daerah sehingga para mafia tidak ada rasa gentar.

Baca Juga:  Parkir Langganan Dibayar, Dipungut Lagi: Kebijakan Bupati Sumenep Dituding Tipu Publik

Aktivitas ilegal itu berjalan mulus, seolah SPBU tersebut telah berubah fungsi menjadi lumbung pribadi mafia solar subsidi.

“Permainan ini sudah sangat parah dan vulgar. Larangan pengisian solar subsidi ke jerigen sudah ditegaskan Kementerian ESDM. Tapi di sini seperti tidak berlaku,” tegasnya dengan nada geram.

Fakta di lapangan memperkuat dugaan adanya pembiaran serius dan sistematis, bahkan membuka ruang kecurigaan tentang keterlibatan oknum aparat dalam rantai gelap mafia BBM bersubsidi.

Warga menegaskan, praktik tersebut bukan kejadian satu atau dua kali, melainkan telah berlangsung berulang kali dan terkesan kebal hukum.

“Ini bukan sekali dua kali. Sudah sering. Jerigen diisi bolak-balik, seolah SPBU itu milik pribadi mafia,” ungkap warga yang mengetahui aktivitas tersebut.

Dampaknya nyata dan menyakitkan rakyat kecil. Solar subsidi cepat habis, sementara nelayan dan petani yang seharusnya menjadi penerima utama justru harus mengantre panjang, bahkan pulang dengan tangan kosong.

Baca Juga:  IWB Desak Audit MBG Kalibaru, Sebut Ada Potensi Pelanggaran SOP dan Kerugian Negara

Kondisi itu kembali memicu kemarahan publik. Aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep didesak berhenti tutup mata dan segera menghentikan pembiaran sistematis terhadap kejahatan yang secara terang-terangan merampok hak rakyat dan merugikan negara.

“Kami minta penyelidikan menyeluruh. Jangan diam, dan segera lakukan evaluasi seluruh SPBU yang nakal. Bongkar pengelola SPBU dan jaringan mafia BBM bersubsidi yang bermain di belakang layar,” pungkas warga.

Sementara itu, manajer maupun pengelola SPBU 54.694.07 belum memberikan klarifikasi resmi kepada redaksi News9.id. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru