BeritaPeristiwa

Penemuan Gas di Batuputih Memicu Percikan Api, Warga Diminta Waspada

284
×

Penemuan Gas di Batuputih Memicu Percikan Api, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Foto: Lokasi pengeboran yang dilakukan menggunakan alat bor gantung milik Astoni mencapai kedalaman 52 meter. @by_News9.id
Foto: Lokasi pengeboran yang dilakukan menggunakan alat bor gantung milik Astoni mencapai kedalaman 52 meter. @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Sebuah insiden yang melibatkan kebocoran gas terjadi di Dusun Kotte, Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (21/11/2024).

Kejadian bermula saat proses pengeboran tanah di lahan milik Maulidi (50), seorang petani setempat.

Pengeboran yang dilakukan menggunakan alat bor gantung milik Astoni mencapai kedalaman 52 meter.

Ketika besi bor dilepas untuk pelebaran casing, terdengar suara angin yang diduga gas, disertai bau menyengat.

“Karena khawatir, saya langsung menghentikan proses pengeboran dan langsung meninggalkan lokasi,” kata Astoni.

Keesokan harinya, Maulidi memasang paralon sepanjang 120 cm pada lubang bor untuk mencegah masuknya air hujan.

Namun, pada Jumat (22/11/2024) sekitar pukul 17.00 WIB, saat mencoba membuka paralon sambil merokok, tiba-tiba muncul semburan api setinggi 1 meter dari lubang tersebut.

“Sontak, Maulidi berlari menjauh dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Kotte, Syafii,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuputih, IPTU Abu Mahdura, bersama enam anggota kepolisian dan personel Koramil Batuputih langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 18.25 WIB.

Aparat memasang garis polisi di sekitar lokasi dan mengimbau warga agar tidak mendekati area berbahaya.

“Api berhasil dipadamkan oleh warga dengan pelepah daun silawan sekitar pukul 19.27 WIB,” ujar Kapolsek.

Hadir di lokasi, Camat Batuputih yang diwakili Kasi Pelayanan Arifin, Kopda Zaini dari Koramil 0827/15 Batuputih, Kepala Dusun Syafii, serta sejumlah warga setempat.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, aparat bersama tim terkait mengambil langkah-langkah berikut:

1. Memasang garis polisi di lokasi kejadian.

2. Mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dari lokasi.

3. Memeriksa saksi-saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

4. Berkoordinasi dengan BPBD, Kepala Desa, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat setempat.

Pengeboran dimulai pada Jumat (15/11/2024) pukul 09.00 WIB hingga Selasa malam (20/11/2024) pukul 24.00 WIB.

“Proyek ini dikerjakan oleh dua pekerja, Sumadin dan Bunawi, yang berasal dari desa sekitar,” jelasnya.

Kejadian itu, lanjut Kapolsek, menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya kandungan gas berbahaya dalam pengeboran tanah.

“Kami meminta masyarakat melaporkan temuan serupa kepada pihak berwenang untuk penanganan yang lebih aman,” tukasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>