BeritaPeristiwa

Proyek KNMP Rp10 Miliar di Sumenep Amburadul

189
×

Proyek KNMP Rp10 Miliar di Sumenep Amburadul

Sebarkan artikel ini
Proyek KNMP Rp10 Miliar di Sumenep Amburadul
FOTO: Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, yang diklaim 90%. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, kini menuai sorotan.

Pembangunan dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp10,2 miliar, namun progres di lapangan dinilai jauh dari kata beres.

Proyek tersebut tercatat dengan nomor kontrak B.6754/DJPT.PI.420/PPK/IX/2025 dan dikerjakan oleh CV. Cendana Indah, dengan pengawasan CV. Reskindo Wasa.

Secara jadwal, pembangunan seharusnya rampung pada pertengahan Maret 2026.

Namun hingga kini, kondisi fisik proyek justru masih menyisakan banyak pekerjaan yang belum tersentuh tahap akhir.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya membongkar dugaan ketimpangan antara laporan progres dan fakta di lapangan.

“Pihak CV bilang progres sudah 90 persen. Tapi kalau lihat langsung, jangankan 90, 70 persen saja tidak sampai,” tegasnya, Senin (30/3/2026).

Pernyataan itu menguatkan dugaan adanya permainan angka dalam laporan progres proyek.

Pasalnya, sejumlah bagian pekerjaan yang seharusnya sudah memasuki tahap finishing justru masih tampak mentah.

Selain itu, sikap kontraktor saat menerima kunjungan tim kementerian juga menjadi sorotan warga.

Alih-alih bersikap transparan, pelaksana proyek dinilai justru menampilkan data yang tidak sesuai dengan kondisi riil.

“Di depan tim kementerian disebut 90 persen. Tapi kenyataannya beda jauh. Ini yang bikin masyarakat geram,” lanjutnya kepada media ini.

Kondisi tersebut memantik reaksi keras dari tim Inspektorat Kabupaten Sumenep bersama perwakilan kementerian terkait.

Keduanya turun langsung ke lokasi dan disebut tidak memberi ruang kompromi.

Deadline keras pun dijatuhkan bahwa proyek diminta tuntas dalam waktu sangat singkat bahkan hingga tahap finishing paling lambat besok hari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi karena terkendala keterbatasan komunikasi.

Sementara upaya konfirmasi pun terhadap pihak pengawas proyek melalui aplikasi WhatsAppnya belum juga ditanggapi. ***

Tinggalkan Balasan

>