BeritaHukrim

Subsidi Negara Dikuasai Mafia BBM, SPBU 54.694.11 Kalianget Sedot Solar Milik Oknum Wartawan

723
×

Subsidi Negara Dikuasai Mafia BBM, SPBU 54.694.11 Kalianget Sedot Solar Milik Oknum Wartawan

Sebarkan artikel ini
Subsidi Negara Dikuasai Mafia, SPBU 54.694.11 Kalianget Diduga Jadi ATM Solar Oknum Wartawan
FOTO: Pengisian di SPBU Kalianget diduga kuat menjadi lumbung utama mafia BBM solar bersubsidi yang dialirkan ke luar daerah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – SPBU 54.694.11 di Jalan Raya Sumenep–Pelabuhan Kalianget, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, kembali mempertontonkan keberanian yang mencolok.

Bukan keberanian melayani rakyat, melainkan keberanian menantang hukum, meremehkan regulasi, dan mempermalukan negara.

SPBU tersebut diduga kuat menjadi lumbung utama mafia BBM solar bersubsidi yang dialirkan ke luar daerah mulai dari Pasean dan Tamberu Pamekasan hingga Sepulu Bangkalan.

Subsidi Negara Dikuasai Mafia, SPBU 54.694.11 Kalianget Diduga Jadi ATM Solar Oknum Wartawan
FOTO: Mobil L300 hitam menggunakan spanten, dengan nomor polisi DB 8024 QJ yang dijadikan angkutan BBM solar subsidi. @by_News9.id

Praktik tersebut bukan lagi isu gelap di balik meja, melainkan dipertontonkan secara vulgar di hadapan publik.

Aksi mafia solar kini tidak lagi sembunyi-sembunyi seolah regulasi negara hanya pajangan dinding, dan aparat penegak hukum tak lebih dari penonton bisu tanpa nyali.

Pantauan langsung di lapangan pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 12.43 WIB, menunjukkan dugaan penyelewengan solar subsidi berlangsung terstruktur, sistematis, dan terang-terangan.

Solar bersubsidi terlihat diisi ke jerigen dengan jumlah besar saat jam operasional normal sebuah praktik yang secara tegas dilarang Kementerian ESDM dan terpampang jelas di setiap SPBU.

“Sekarang mereka sudah tidak punya malu. Di siang bolong, jerigen besar diisi solar subsidi. Pengawasan aparat hukum seperti nihil. Padahal aturan dari Kementrian ESDM sudah jelas terpampang,” ujar seorang warga sekitar SPBU.

Di lokasi, jerigen-jerigen besar diturunkan dan dinaikkan ke sebuah mobil L300 hitam menggunakan spanten, dengan nomor polisi DB 8024 QJ berlangsung santai, nyaris tanpa rasa takut.

Ironisnya, pengawas dan operator SPBU terlihat melayani pengisian tersebut tanpa ragu.

Kondisi itu memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran, bahkan perlindungan terselubung terhadap praktik ilegal tersebut.

Saat dikonfirmasi, pengawas SPBU dan sopir kendaraan menyebutkan bahwa solar tersebut milik oknum wartawan berinisial L, dengan pengawasan pengisian dilakukan oleh oknum wartawan lain berinisial M.

“Iya mas, benar ini punya L, sengko’ gun ngalak opa. Ben mun tak alako rea ollea dimmah (saya hanya ambil upah, dan kalau tidak kerja mau dapat dari mana.red) ” ujar sopir singkat di lokasi.

Namun, saat diminta menunjukkan rekomendasi resmi pengisian, pihak SPBU justru menghubungi oknum wartawan berinisial M melalui sambungan telepon.

Hasilnya nihil, tidak ada satu pun dokumen rekomendasi yang bisa ditunjukkan.

“Kapasitas kamu nanyakan rekom itu apa,” kata oknum wartawan M dengan nada menantang melalui telepon.

Pernyataan tersebut justru menambah daftar kejanggalan dan memperkuat dugaan bahwa praktik tersebut telah berlangsung lama dan merasa kebal hukum.

Warga menegaskan, aktivitas tersebut bukan kejadian satu atau dua kali.

Pengisian jerigen dilakukan berulang kali, seolah SPBU tersebut telah berubah fungsi menjadi milik pribadi mafia solar subsidi.

“Ini sudah sering. Jerigen bolak-balik diisi. Dampaknya jelas, solar cepat habis, nelayan dan petani antre panjang, bahkan pulang tanpa solar,” ungkap warga lain.

Dampak praktik tersebut nyata dan menyakitkan. Hak rakyat kecil dirampas, sementara mafia menikmati subsidi negara dengan leluasa. Negara dirugikan, rakyat dikhianati.

Kondisi tersebut memicu kemarahan publik. Aparat penegak hukum, Pertamina, BPH Migas, hingga Pemerintah Daerah didesak berhenti tutup mata dan segera menghentikan pembiaran sistematis terhadap kejahatan BBM bersubsidi.

“Kami minta penyelidikan menyeluruh. Jangan diam. Evaluasi semua SPBU nakal. Bongkar pengelola dan jaringan mafia BBM bersubsidi yang bermain di belakang layar,” tegas warga.

Hingga berita ini dinaikkan, manajer maupun pengelola SPBU 54.694.11 belum memberikan klarifikasi dan menunjukkan rekom resmi pengisian BBM solar subsidi kepada redaksi News9.id. ***

Tinggalkan Balasan

>