SUMENEP || SF – Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak ingin perayaan Hari Jadi ke-757 hanya berhenti pada seremoni. Tahun ini, semangat kebersamaan masyarakat diwujudkan melalui Lomba Dayung Sampan yang akan digelar di Pelabuhan Kayuaro, Kecamatan Kangayan, pada 18–20 Agustus 2026.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat, khususnya warga kepulauan, untuk ikut menyemarakkan agenda tersebut.
Menurutnya, lomba dayung sampan bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi menjadi simbol pelestarian tradisi bahari yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat pesisir.
“Lomba dayung sampan ini menjadi bagian dari semangat kita merayakan Hari Jadi Sumenep bersama masyarakat. Tradisi bahari yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujar Achmad Fauzi, Minggu (9/8).
Ia menegaskan, sebagai daerah kepulauan, Sumenep memiliki kekayaan budaya maritim yang patut dijaga. Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya lokal.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial pemerintah, tetapi juga momentum mengangkat potensi daerah, termasuk budaya pesisir yang menjadi ciri khas Bumi Sumekar.
“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi yang menjadi identitas daerah,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Bang Fauzi itu juga mengimbau seluruh peserta dan masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat sportivitas selama perlombaan berlangsung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Sementara itu, panitia pelaksana menyebut dipilihnya Pelabuhan Kayuaro sebagai lokasi perlombaan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merepresentasikan kehidupan masyarakat kepulauan yang lekat dengan laut dan aktivitas pelayaran.
Melalui lomba ini, panitia berharap kekayaan budaya bahari Sumenep dapat tampil sebagai atraksi yang menarik, kompetitif, sekaligus memiliki nilai pelestarian budaya.
Pendaftaran peserta dibuka di Kantor Kecamatan Kangayan, sedangkan technical meeting dijadwalkan pada 16 Agustus 2026. Panitia juga menyediakan narahubung, yakni Saifullah (Bang Pullah), Pongly, dan Arsani, untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Lomba Dayung Sampan akan berlangsung selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026, dengan total hadiah Rp5 juta ditambah trofi dan piagam bagi para juara. Agenda tersebut diharapkan menjadi salah satu magnet perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang mampu menyatukan masyarakat dari daratan hingga kepulauan dalam semangat menjaga tradisi bahari. (*)
Penulis : Asmuni
Editor : Redaksi
Sumber Berita: https://Suara%20Faktual









