Fauzi dan Perjuangan Mematahkan Narasi Politik yang Usang

- Editorial Team

Minggu, 1 Desember 2024 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bambang Supratman, aktivis senior sekaligus pemerhati kebijakan pemerintah, @by_News9.id

Foto: Bambang Supratman, aktivis senior sekaligus pemerhati kebijakan pemerintah, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Perjalanan politik Bupati Sumenep, Pak Fauzi, menunjukkan bahwa keyakinan dan kerja keras mampu mengatasi mitos serta asumsi yang lama mengakar di masyarakat.

Dari awal pencalonannya sebagai Wakil Bupati hingga menjabat sebagai Bupati dan kembali terpilih dalam Pilkada 2024, beliau membuktikan bahwa politik tidak harus dibatasi oleh identitas, garis keturunan, suku, atau agama.

Bagi Pak Fauzi, keberhasilan politik adalah tentang kepercayaan masyarakat, bukan karena dukungan tokoh tertentu atau kelompok elit.

Baca Juga:  Ketika Bajak Laut Lebih Bisa Diandalkan daripada Negara

Dalam Pilkada 2019, ia membuktikan bahwa mitos “wakil bupati tidak bisa naik menjadi bupati” tidak lagi relevan.

Dengan izin Tuhan dan dukungan rakyat, Mas Doktor Fauzi mematahkan asumsi tersebut.

Selain itu, anggapan bahwa pencalonan bupati harus mendapat restu dari tiga tokoh besar di Sumenep yaitu tokoh Guluk-Guluk, tokoh Ambunten, dan tokoh kepulauan juga terpatahkan.

Baca Juga:  Seremoni Megah, Harapan Besar di Pundak Kapolres Baru Sumenep

Achmad Fauzi percaya bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah tujuan utama, bukan politik identitas atau persetujuan dari segelintir pihak.

Pesannya jelas, kontestasi politik adalah hak semua orang, tanpa memandang latar belakang.

Yang terpenting adalah niat tulus untuk mengabdi dan membawa perubahan bagi masyarakat.

Seperti yang sering ia tunjukkan, cinta kepada masyarakat adalah komitmen tanpa pamrih, sesuai dengan filosofi lagunya “Mencintai Tanpa Dicintai.”

Baca Juga:  DKPP Lumajang Serahkan Bantuan 2 Combine dan 4 Rice Transplanter Untuk Brigade Pangan di 4 Kecamatan

Pencapaian Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Politik tidak harus dibangun di atas mitos atau pembatasan identitas.

Sebaliknya, Fauzi adalah panggilan untuk melayani dengan tulus dan percaya pada kekuatan rakyat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Agus Dwi Saputra, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri

Minggu, 27 Sep 2026 - 07:11 WIB