Gerakan Pengendalian Hama: Kolaborasi Babinsa Bersama Stakeholder Dalam Penanganan Hama Petani

- Redaktur

Sabtu, 7 Desember 2024 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penyemprotan serentak di lahan seluas 25 hektar milik kelompok tani (Poktan) Tani Makmur, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, @by_News9.id

Foto: Penyemprotan serentak di lahan seluas 25 hektar milik kelompok tani (Poktan) Tani Makmur, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, @by_News9.id

LUMAJANG, News9 – Dalam upaya mengendalikan hama penggerek batang yang mengancam tanaman padi, Babinsa Dawuhan Lor Kulon Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Heri Lesmono, bersama Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan penyemprotan serentak di lahan seluas 25 hektar milik kelompok tani (Poktan) Tani Makmur, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2024).

Dalam kesempatan itu, disela kegiatannya Serka Heri Lesmono menyampaikan, bahwa pentingnya sinergi dalam pengendalian hama, merupakan kolaborasi kebersamaan dan antisipasi penyebaran hama.

“Kegiatan Gerakan Pengendalian Hama Penggerek Batang ini sebagai upaya kolaborasi dalam mengantisipasi penyebaran hama tumbuhan padi, sehingga para petani terhindar dari gagal panen,” ujar dia.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pertanian, antara lain Koordinator POPT Kabupaten Lumajang, Koordinator BPP Kecamatan Sukodono, PPL Desa Dawuhan Lor, Koordinator POPT Kecamatan Sukodono, Ketua Poktan Tani Makmur dan anggota kelompok tani.

Baca Juga:  Asah Ketangkasan Prajurit, Kodim 0827/Sumenep Gelar Latihan Menembak Semester II

Koordinator POPT Kabupaten Lumajang, Matkasan menyampaikan bahwa penggerek batang merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan produktivitas padi secara signifikan. Oleh karena itu, penyemprotan serentak menjadi langkah preventif yang sangat penting.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mengurangi serangan hama, tetapi juga meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya pengelolaan hama secara terpadu, dengan melibatkan semua unsur, sebagai harapan hasil panen mereka tetap optimal,” pungkasnya.

Gerakan penyemprotan serentak itu diakhiri dengan evaluasi singkat dan dialog antara petani dan tim pendamping untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

Baca Juga:  Santunan Anak Yatim di Pabian, Tradisi Bermakna Perkuat Solidaritas Sosial

Kegiatan yang dilakukan menunjukkan bahwa sinergi antara petani, pemerintah, dan TNI dapat menjadi solusi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar
Nilai Sempurna, Bocah 5 Tahun Asal Sumenep Juara 1 VENUS Kompetisi Sains
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Catat Capaian Mutu Pelayanan Semester I 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:31 WIB

HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar

Berita Terbaru