Suara Rakyat Mulai Dipreteli Rezim Fasisme

- Editorial Team

Rabu, 3 September 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Suarah Rakyat mulai di preteli satu persatu oleh Rezim fasisme. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Suarah Rakyat mulai di preteli satu persatu oleh Rezim fasisme. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Suara rakyat mulai dipreteli satu per satu oleh rezim fasisme Presiden Prabowo Subianto.

Segala bentuk perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan dituding sebagai ancaman, bahkan dilabeli makar.

Watak militeristik itu sudah tampak jelas sejak awal, begitu gelombang perlawanan mulai muncul dari akar rumput Indonesia.

Padahal, perlawanan rakyat bukan hal tabu. Di berbagai negara dunia seperti Australia, Filipina, Kamboja, hingga Amerika Serikat gerakan rakyat selalu lahir untuk menantang rezim yang lalai pada amanat keadilan.

Maka, mengapa Prabowo harus begitu risau menghadapi perlawanan rakyatnya sendiri? Bukankah itu wujud pikiran otentik yang melahirkan energi sosial baru?

Baca Juga:  Tertarik pada Orang Lain Setelah Menikah, Itu Bukan Cinta

Gerakan rakyat Indonesia hari ini lahir dari ketidakadilan yang menumpuk. Kesenjangan sosial makin melebar, pengangguran merajalela, PHK menumpuk, dan kesejahteraan rakyat nihil.

Sementara itu, gaji pejabat negara terus dinaikkan, seakan-akan mereka lebih layak hidup bermewah-mewah daripada buruh dan petani yang memeras keringat.

Apakah Prabowo berani menyamakan gaji pejabat dengan upah buruh? Tentu tidak! Dan itulah akar masalah. Kebijakan negara makin tidak rasional, makin menjauh dari nurani rakyat.

Lebih parah lagi, rezim ini merangkul pemuka agama untuk menenangkan gelombang perlawanan.

Doa-doa dibacakan bukan untuk menegakkan keadilan, melainkan untuk membungkam keresahan rakyat.

Inilah hegemoni negara terhadap pikiran publik, terang-terangan, tanpa malu-malu.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga, Babinsa Petahunan Mendampingi Kegiatan Posyandu Anggrek 

Rezim hari ini sudah menampakkan wajah otoriter. Kekerasan fisik, pembunuhan, pelanggaran HAM semua terjadi di depan mata. Bahkan lebih parah dari Orde Baru.

Lalu ketika rakyat merusak gedung-gedung negara, siapa yang salah? Gedung itu dibangun dengan uang rakyat, lalu diisi oleh mereka yang buta nurani.

Wajar jika rakyat melempar batu bukan untuk merusak tanah air, melainkan untuk merontokkan setan-setan yang bersembunyi di dalamnya.

Negara tidak hadir di tengah penderitaan rakyat. Kemiskinan dibiarkan, kriminalitas meningkat, konflik keluarga pecah hanya karena soal perut.

Semua itu lahir dari kegagalan pemerintah mengurus rakyat. UUD 1945 jelas menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh rakyat.

Baca Juga:  Hangatnya Kebersamaan Keluarga Bani Damiri di Villa Gita, Puncak Kota Batu

Nyatanya, semua dirampas negara untuk kepentingan elite dan golongan tertentu.

Apakah masih pantas rakyat percaya pada janji-janji kesejahteraan? Jangan harap.

Prabowo, Kabinet Merah Putih, dan DPR RI tampak alergi mendengar suara rakyat.

Mereka sibuk mempertontonkan kekayaan, mengeluarkan kebijakan ugal-ugalan, dan mengabaikan jeritan perut rakyat.

Maka, jangan salahkan bila perlawanan rakyat memuncak. Jalanan akan kembali menjadi saksi, rakyat akan bersatu mengobrak-abrik gedung-gedung kekuasaan yang telah mengkhianati amanat UUD 1945.

Karena suara rakyat bukan untuk dibungkam, melainkan untuk didengar dan diperjuangkan. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Mewujudkan Amanat Konstitusi: Langkah Nyata dan Peran Gerakan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia

Berita Terbaru

FOTO: Sekda Sumenep Agus Dwi Saputra (tengah), bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumenep, Mustangin (kanan), saat mengunjungi salah satu stand perusahaan. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

Job Fair 2026 Sumenep Buka 3.141 Lowongan Kerja

Senin, 28 Sep 2026 - 09:19 WIB

FOTO: Rapat staf di lingkungan Diskominfo Sumenep, @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan

Senin, 28 Sep 2026 - 09:02 WIB

FOTO: Korban saat di evakuasi dari TKP. @by_News9.id

PERISTIWA

Motor Terperosok ke Jurang 7 Meter, Pengendara Meninggal Dunia

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:27 WIB

FOTO: Skuad Garuda saat melawan Singapura pada laga Grup A. @by_News9.id

OLAHRAGA

Timnas Indonesia Tundukkan Singapura 2-0

Minggu, 27 Sep 2026 - 15:03 WIB