STIH Lumajang Gelar Seminar Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi

- Redaktur

Jumat, 10 Oktober 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Perwakilan Komisi X DPR RI, H M Nur Purnomosidi. @by_News9.id

FOTO: Perwakilan Komisi X DPR RI, H M Nur Purnomosidi. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jenderal Sudirman Lumajang menggelar Seminar Nasional bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi”, sebagai bentuk implementasi dan sosialisasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme di Aula Kampus STIH Lumajang, Kamis (09/10/2025).

Seminar hari ini, menghadirkan berbagai pemangku kepentingan penting di dunia pendidikan tinggi.

Seminar ini diselenggarakan bekerja sama dengan Komisi X DPR RI, H M Nur Purnomosidi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktiristek), LL Dikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM.

Hadir juga tokoh-tokoh akademisi dan praktisi hukum, Dwi Sriyamini SH MH ketua Satgas PPK PT STIH Jenderal Sudirman. Dr Jati Nugroho SH M Hum, ketua STIH Jenderal Sudirman Lumajang.

Baca Juga:  Filosofis Lambang Kabupaten Pamekasan
STIH Lumajang Menggelar Seminar Nasional Mencegah Dan Menangani Kekerasan Di Lingkungan Perguruan Tinggi
FOTO: Dikti Wilayah VII Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM. @by_News9.id

Dalam sambutannya, Ketua STIH Jenderal Sudirman Lumajang, Dr Jati Nugroho menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

“Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 memberikan dasar hukum yang kuat bagi kampus untuk membentuk satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif dan mekanisme penanganan yang tepat di lingkungan akademik”, ujar Jati.

Acara ini juga diisi dengan paparan materi oleh perwakilan Komisi X DPR RI, H M Nur Purnomosidi S Sos M Ap, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam implementasi kebijakan.

Baca Juga:  Petik Laut dan Haul Guru Ngaji: Desa Bringsang Rayakan Syukur dan Warisan Spiritualitas

Perwakilan dari Ditjen Diktiristek turut menjelaskan secara teknis isi dan mandat dari Permendikbudristek 55/2024, termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di tingkat kampus.

“Indikasi penyebab terjadinya kekerasan atau Bullying di perguruan tinggi, menimbulkan dampak terhadap mahasiswa yang menjadi korban. Harapan kami, ke depan jangan sampai ada lagi kekerasan dalam bentuk apapun di lingkungan kampus STIH Jenderal Sudirman maupun perguruan tinggi lainnya. Jadi seminar nasional ini tujuannya mencegah atau menangani kekerasan di perguruan tinggi, kekerasan terjadi biasanya di perguruan tinggi di kelas menengah ke atas, namun di perguruan tinggi yang kecil sangat jarang terdengar”, ungkap Bang Pur (Sapaan sehari-hari).

Perwakilan dari LLDikti Wilayah VII juga memberikan arahan tentang pendampingan dan pengawasan yang akan dilakukan untuk memastikan kebijakan ini dijalankan dengan baik di seluruh perguruan tinggi di bawah wilayah kerjanya.

Baca Juga:  Kapolda Jatim ke Sumenep, Kokain 27 Kg Dipamerkan, Lima Bandar Masalembu Dibiarkan

Seminar nasional ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif yang berlangsung dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, adil, dan bebas dari kekerasan.

STIH Jenderal Sudirman Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC
Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat
Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas
Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT
Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Hanya Bawa Rp100 Ribu, Ibu di Sumenep Melahirkan dengan Bantuan UHC

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Semarak Kemerdekaan RI dan HUT ke-25, Demokrat Sumenep Gelar Lomba Rakyat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Jalan Batu Guluk–Pandeman Kini Mulus, Warga Kangean Tak Lagi Susah Melintas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapolresta Sumenep Salurkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Berita Terbaru

FOTO: Farid Azziyadi, Aktivis pemerhati petani. @by_News9.id

EKONOMI BISNIS

PT Djarum Belum Pastikan Serapan Tembakau Madura

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:59 WIB