Kedaulatan Pangan: Amanat Sumpah Pemuda yang Mesti Diingat

- Editorial Team

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Abd. Halim, Ketua Petani Milenial, @by_News9.id

FOTO: Abd. Halim, Ketua Petani Milenial, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – ‎​Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Indonesia menghadapi tantangan pelik yang mengancam pilar kedaulatan negara sektor pangan.

Krisis regenerasi petani yang kian mendalam ditandai dengan minimnya minat dan kesadaran generasi muda terhadap pertanian, serta gelombang urbanisasi yang masif telah menjadi “lampu merah” bagi keberlanjutan pangan nasional.

‎​Banyak pemuda di desa memilih berbondong-bondong merantau ke luar kota.

Baca Juga:  Dukung Pembangunan Desa, Babinsa Darungan Kawal Proyek Drainase di Dusun Krajan 

Mereka mencari pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan dan modern, meninggalkan lahan pertanian yang semakin menua dan kosong.

Fenomena ini bukan lagi sekadar isu sosial-ekonomi, melainkan ancaman nyata terhadap kedaulatan pangan, yang merupakan kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri dari produksi dalam negeri.

‎Kedaulatan pangan bukan hanya soal memenuhi perut, tetapi juga soal kekuatan dan martabat bangsa.‎

Baca Juga:  Bau Menyengat, Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Baran Desa Kemantren Malang Dikeluhkan

‎​Kedaulatan pangan adalah isu fundamental yang sejalan dan tak terpisahkan dari semangat Sumpah Pemuda tahun 1928.

Ikrar “Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa” sarat akan makna kemandirian dan persatuan dalam menjaga martabat bangsa.

Bung Karno bahkan pernah menegaskan, “Soal pangan adalah soal hidup dan matinya bangsa.”

Oleh karena itu, menjaga ketersediaan pangan adalah perwujudan nyata dari komitmen untuk menjaga persatuan dan martabat Indonesia.

Baca Juga:  Air Mati, Rakyat Menjerit: Warga Kertasada Ancam Kepung PDAM Sumenep

‎”Pemuda hari ini adalah pewaris sah cita-cita Sumpah Pemuda. Namun, kedaulatan pangan yang menjadi fondasi negara sedang terancam. Jika pemuda terus meninggalkan desa dan lahan pertanian, lalu siapa yang akan menjamin ketersediaan pangan bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia di masa depan?” ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat AI pada Presiden dan Menhan
TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Surat AI pada Presiden dan Menhan

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB