DPRD Desak Polisi Bongkar Bandar dan Putus Dugaan Backing Narkoba Masalembu

- Editorial Team

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ahmad Juhairi, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Komisi I. @by_News9.id

FOTO: Ahmad Juhairi, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Komisi I. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali terus menjadi pantauan publik.

Bukan karena geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonominya, melainkan lantaran isu dugaan peredaran narkotika yang dinilai masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat.

Dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah kepulauan tersebut bahkan dikhawatirkan tidak hanya merusak masa depan generasi muda, tetapi juga memicu persoalan sosial lainnya, termasuk potensi meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kondisi itu mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Sumenep Komisi I, Ahmad Juhairi.

Ia kembali mendesak aparat kepolisian tidak sekadar melakukan penindakan terhadap pengguna atau pelaku di lapangan, tetapi harus berani memburu dan membongkar jaringan hingga ke tingkat bandar.

Baca Juga:  Korban Aplikasi Kantar, Ini Langkah Hukum Agar Dana Anda Tidak Hilang Percuma

Menurutnya, aparat penegak hukum harus menunjukkan ketegasan dalam memberantas narkotika di Masalembu.

Apalagi, kata dia, informasi mengenai dugaan keterlibatan sejumlah nama yang disebut-sebut masyarakat sebagai bandar telah berulang kali disampaikan kepada pihak kepolisian.

“Hal ini lebih serius lagi. Pihak kepolisian agar tidak ragu-ragu untuk melakukan upaya yang lebih tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap para bandar narkoba,” ujar Ahmad Juhairi, Sabtu (15/8/2026).

Juhairi menilai pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku kelas bawah.

Sebab, sambung dia, jika hanya pengguna atau pengedar kecil yang ditindak sementara aktor utama tidak tersentuh, maka mata rantai peredaran narkotika berpotensi terus hidup.

Baca Juga:  Pelarian Berakhir, Tersangka Utama Kasus Pembunuhan di Sampang Berhasil Diamankan

Lebih tajam, ia meminta institusi kepolisian tidak bermain-main dengan persoalan narkoba, terlebih jika muncul tudingan adanya pihak yang menjadi pelindung atau backing bandar.

“Saya meminta pihak kepolisian agar jangan bermain-main dengan persoalan pemberantasan narkoba, apalagi menjadi backing para bandar,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan tudingan serius yang perlu dijawab secara terbuka dan profesional oleh aparat penegak hukum. Jika tudingan itu tidak benar, maka kepolisian memiliki ruang untuk membuktikan melalui penindakan dan proses hukum yang transparan.

Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran atau keterlibatan oknum, maka penegakan hukum internal harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  HUT RI ke-80, Warga Masalembu Masih Dijajah Narkoba: Kapolsek Dituding Takut Tangkap Bandar

Sebab, persoalan narkotika di wilayah kepulauan bukan sekadar perkara kriminal biasa.

Ketika peredarannya dibiarkan tumbuh, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari rusaknya generasi muda, meningkatnya konflik sosial, hingga munculnya gangguan keamanan.

Karena itu, publik membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan pemberantasan narkoba.

Juhairi menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkotika juga berkaitan erat dengan upaya memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Ini semua menyangkut upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba di Indonesia,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya
Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar
Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur
Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka
Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan
Chat Terbongkar, Pelaku Perkosaan dan Cabul Anak Diringkus Polisi
Kasus Dugaan Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Belum Ada Kepastian Hukum
Sekjen PPMI Nasional Soal Vonis Banding Kasus Andrie Yunus: Ada Cawe-cawe Militer
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:28 WIB

Polres Sampang Ringkus Menantu Yang Habisi Nyawa Mertuanya

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Polresta Sumenep Sita Bukti Kasus Dugaan Penebangan Liar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:55 WIB

Polisi Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Wanita yang Ditemukan dalam Sumur

Jumat, 18 September 2026 - 12:52 WIB

Kasus Penganiayaan Pegawai DPUTR Sumenep Tinggal Tunggu Penetapan Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 21:05 WIB

Sudah Jadi Tersangka, Perkara Mantan Legislator Sumenep Belum Dilimpahkan

Berita Terbaru