Aktivis Madura dan Senator DPD RI Kompak Desak Solusi Adil bagi Industri Rokok Lokal

- Editorial Team

Senin, 3 November 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I., yang juga dikenal sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. @by_News9.id

FOTO: Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I., yang juga dikenal sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. @by_News9.id

JAWA TIMUR, NEWS9 – Kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi Madura lima tahun mendatang kembali mencuat.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus pendiri Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Ach Toifur Ali Wafa, menilai kebijakan pembekuan sejumlah perusahaan rokok (PR) di Pulau Madura akan menimbulkan dampak serius bagi perekonomian daerah.

Kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh Toifur kepada anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I., yang juga dikenal sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Toifur, kebijakan pembekuan PR di empat kabupaten Madura meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep serta pembatasan pita cukai oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas perintah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, telah menekan sektor ekonomi rakyat.

Ia menilai, langkah tersebut secara perlahan mematikan denyut ekonomi Madura yang selama ini bertumpu pada industri tembakau dan rokok lokal.

Apalagi, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa Madura merupakan penghasil tembakau terbesar ketiga di Indonesia.

“Langkah ini seolah menjadi upaya sistematis pemerintah pusat dalam menekan ekonomi Madura. Padahal, perusahaan rokok selama ini menjadi penopang harga tembakau agar tidak jatuh di pasaran,” tegas Toifur.

Ia menambahkan, selama ini perusahaan rokok lokal berperan penting menjaga kestabilan harga dengan menjadi pembeli utama hasil panen petani.

Baca Juga:  Forkopimda Lumajang Gelar Apel Pergeseran Pasukan untuk Pengamanan Pilkada Serentak 2024

Dengan adanya pembekuan tersebut, petani terancam kehilangan pasar dan terpuruk secara ekonomi.

“Kalau PR di Madura terus dibekukan dan pita cukai dibatasi, otomatis petani kesulitan menjual hasil panennya. Madura akan kehilangan komoditas andalan dan kebanggaan daerah,” ujarnya.

Toifur menilai, kebijakan yang diterapkan Kementerian Keuangan justru berpotensi menciptakan masalah baru.

Alih-alih menekan kerugian negara, kebijakan ini bisa menghilangkan mata pencaharian ribuan buruh dan petani tembakau di empat kabupaten.

Ia mendesak pemerintah pusat agar lebih bijak dan solutif dalam membuat kebijakan ekonomi.

“Kementerian Keuangan seharusnya mencari jalan keluar, bukan malah mematikan usaha kecil yang menopang ekonomi masyarakat Madura,” ucapnya.

Sebagai solusi, Toifur mengusulkan agar pemerintah membuka kembali ruang dialog dengan pengusaha rokok lokal, petani, dan legislatif guna mencari kesepakatan konstruktif.

Beberapa langkah bisa diambil, antara lain menerbitkan pita cukai kelas tiga khusus bagi industri kecil atau membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembakau di Madura.

“Dengan solusi seperti itu, potensi kerugian negara bisa diminimalisir. Yang penting ada kemauan duduk bersama dan mencari jalan tengah,” imbuhnya.

Menurutnya, pembentukan KEK tembakau akan menjadi langkah strategis dalam menyeimbangkan kepentingan negara dan kelangsungan ekonomi masyarakat lokal.

“Jika pemerintah memberi ruang bagi pelaku usaha kecil, ekonomi Madura bisa tetap tumbuh tanpa mengorbankan kepentingan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh aktivis muda Madura tersebut.

Baca Juga:  Khirata Foundation Sosialisasikan Bahaya Penyakit Difteri di Masjid Al-Barokah

Dia berjanji akan menindaklanjuti masukan itu melalui jalur konstitusional di tingkat pusat.

Menurut Ning Lia, isu pembekuan PR dan pembatasan pita cukai harus mendapat perhatian serius, karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat penghasil tembakau, termasuk Madura.

“Madura merupakan wilayah kepulauan dengan dua komoditas unggulan, yakni garam dan tembakau. Kedua sektor ini harus dijaga agar tetap menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujar Ning Lia.

Bahkan, dirinya menilai kebijakan pemerintah pusat semestinya lebih berpihak pada daerah penghasil komoditas strategis seperti Madura.

“Pemberdayaan ekonomi lokal adalah bagian penting dari pembangunan nasional yang inklusif,” tegasnya.

Ning Lia juga mengingatkan agar kebijakan di tingkat pusat tidak menimbulkan kesenjangan ekonomi di daerah.

“Pemerintah perlu mendengar suara rakyat, terutama dari wilayah yang menopang sektor pertanian dan industri kecil,” imbuhnya.

Senator asal Jawa Timur itu mengapresiasi semangat generasi muda Madura yang peduli terhadap masa depan ekonomi daerahnya.

Baca Juga:  Pembersihan Lahan Kopi: Kebersamaan Babinsa, Penyuluh, dan Petani di Desa Kenongo

Ia menilai peran pemuda seperti Toifur sangat penting dalam menyuarakan kepentingan rakyat di tingkat nasional.

“Masukan seperti ini sangat berharga. Saya akan sampaikan langsung kepada Kementerian Keuangan agar persoalan ini mendapat perhatian dan solusi yang berpihak kepada masyarakat Madura,” tutur Ning Lia.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha menjadi kunci menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.

Ning Lia berharap dialog lintas lembaga dapat segera digelar untuk merumuskan solusi konkret.

“Kita harus membangun komunikasi yang baik agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil. Jangan biarkan Madura kehilangan identitas ekonominya,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB