SUMENEP, NEWS9 – Kinerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) wilayah Madura, Jawa Timur, menuai kritik tajam.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai buruknya kondisi jalan nasional di Sumenep telah memicu peningkatan kecelakaan dan memperburuk keselamatan pengguna jalan.
Salah satu tokoh masyarakat, Moh. Ali, mengungkapkan kekecewaannya setelah dua kali mendatangi kantor PUPR di Pamekasan untuk menyampaikan keluhan, namun tak sekalipun berhasil bertemu pimpinan instansi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kata stafnya, pimpinannya sedang ada kegiatan di Surabaya,” tegas Ali, kepada News9.id, Jumat (28/11/2025).
Dia menilai sulitnya komunikasi tersebut memperparah buruknya pelayanan kementerian.
Ali menyoroti kerusakan berat pada sejumlah ruas jalan nasional yang selama ini menjadi akses vital masyarakat, terutama jalur menuju Pelabuhan Kalianget.
Mulai dari Pabian, Marengan, Kertasada, Kalimook, Kalianget Barat, Kalianget Timur, hingga ruas utama ke arah Pamekasan, seluruhnya disebut dalam kondisi memprihatinkan bergelombang, berlubang, dan kerap memakan korban.
“Banyak warga mengeluh dan menyalahkan Bupati Sumenep, padahal ini murni kewenangan kementerian, bukan daerah,” jelasnya.
Ali juga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran pemeliharaan jalan nasional yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan anggaran provinsi atau kabupaten.
Menurutnya, kerusakan parah yang dibiarkan tanpa pengawasan mencerminkan kelalaian dan lemahnya kinerja PPK di Madura.
Apalagi, lanjutnya, saat ini memasuki musim hujan, kondisi jalan berlubang semakin membahayakan pengendara.
Ali menegaskan bahwa jika kelalaian itu berlanjut dan menyebabkan kecelakaan, maka PPK dan PU Kementerian bisa berhadapan dengan konsekuensi pidana dan memastikan dirinya tak akan berhenti menyuarakan keresahan warga.
“Pokoknya saya akan terus menyuarakan aspirasi ini, karena jalan nasional yang rusak telah memicu pro dan kontra di masyarakat. Kami ingin Kementerian PUPR turun tangan langsung,” tegasnya.
Ia berkomitmen membawa persoalan tersebut ke berbagai ruang publik, termasuk media sosial, untuk memastikan keluhan warga Sumenep tidak diabaikan. ***









