Mafia BBM Ilegal Bebas Beroperasi di Depan Markas Resmob Polres Sumenep

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Aktivitas pengurasan solar subsidi itu berlangsung terang-terangan di depan Markas Resmob Polres Sumenep, tanpa hambatan, @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Aktivitas pengurasan solar subsidi itu berlangsung terang-terangan di depan Markas Resmob Polres Sumenep, tanpa hambatan, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Praktik mafia BBM ilegal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini berjalan mulus.

Ironisnya, aktivitas pengurasan solar subsidi itu berlangsung terang-terangan di depan Markas Resmob Polres Sumenep, tanpa hambatan, pada Sabtu (27/12/2025) dini hari sekitar pukul 01.22 WIB.

Seperti di ketahui Kegiatan tersebut di SPBU 54.694.08, milik BUMD Kabupaten Sumenep yang berlokasi di Jalan Arya Wiraraja, Desa Gedungan, Kecamatan Kota Sumenep.

Pantauan media ini di lapangan, praktik pengisian BBM Ilegal itu berjalan mulus, tanpa pengawasan aparat kepolisian meski SPBU itu lokasinya satu halaman dengan markas Resmob Polres Sumenep, seolah para pelaku berada di zona aman dan di lindungi oleh Aparat Penegak Hukum.

Situasi itu kian memperkuat dugaan publik adanya pembiaran sistematis dari level Pimpinan Aparat Penegak Hukum, bahkan memunculkan spekulasi tentang dugaan setoran rutin (upeti) kepada oknum Satreskrim Polres Sumemep.

Baca Juga:  Kronologi Mobil Agya Terbakar di Depan Masjid Jamik Sumenep

Dugaan tersebut bukan tanpa dasar, mengingat kelangkaan solar subsidi di Sumenep terus berulang, sementara praktik penyelewengan justru berlangsung bebas.

Padahal, dampak dari kelangkaan BBM subsidi sangat dirasakan oleh nelayan, pelaku Travel dan UMKM, petani, serta sektor transportasi kecil yang menggantungkan hidupnya pada solar bersubsidi.

Berdasarkan hasil observasi lapangan mengungkap modus pengisian yang terbilang licik.

Sebuah kendaraan pengangkut sengaja diparkir di nosel bertuliskan Dexlite, sementara jerigen-jerigen justru diisi dari nosel khusus solar subsidi.

Cara itu diduga kuat untuk mengelabuhi pengawasan sekaligus memanipulasi distribusi BBM agar tidak terdeteksi secara kasat mata.

Pantauan media ini juga mencatat, solar subsidi diangkut menggunakan mobil pikap L300 warna hitam dalam jumlah besar.

Aktivitas tersebut berlangsung tanpa rasa khawatir, seolah telah menjadi rutinitas yang aman dari sentuhan hukum.

Baca Juga:  Silaturahmi GAWAT dan Korbidikcam Tambelangan, Bangun Dialog Konstruktif Demi Kemajuan Pendidikan

Tak berhenti di satu lokasi, praktik pengisian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah masif masih ditemukan di hampir seluruh SPBU di wilayah Sumenep.

Fakta itu mengindikasikan adanya jaringan mafia BBM yang terorganisir dan bekerja secara sistematis.

Sejumlah warga menilai, sangat mustahil pihak SPBU berani melayani pengisian solar subsidi dengan kapasitas besar menggunakan jerigen tanpa adanya pihak yang membekingi.

“Kalau tidak ada yang membekingi, mustahil SPBU berani main-main dengan solar subsidi. Pasti ada orang kuat di belakang permainan ini. Jangan-jangan memang dibekingi level pimpinan di Polres Sumenep,” ujar warga, Sabtu (26/12).

“Kondisi ini membutuhkan penanganan serius dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pembiaran yang terus berulang hanya akan memperkuat persepsi publik bahwa hukum tak berdaya di hadapan mafia BBM,” tegasnya menambahkan.

Di tengah jeritan masyarakat akibat kelangkaan solar subsidi, negara dinilai gagal memutus mata rantai kejahatan yang semakin merajalela.

“Kalau sudah berani di depan markas polisi, berarti ada yang salah. Entah hukum yang tumpul atau ada yang ikut bermain,” ujar BE (inisial), Minggu (28/12/2025).

Situasi tersebut menjadi ujian serius bagi institusi Polri, khususnya Polres Sumenep.

Baca Juga:  Panitia Haul Kiai Abdullah Sajjad Bentrok dengan Anggota Koramil

Publik menunggu sikap tegas, bukan sekadar klarifikasi normatif. Penindakan nyata dan transparan menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan publik yang kian tergerus.

“Jika mafia BBM ilegal dibiarkan terus merajalela di depan mata aparat, maka wajar bila publik bertanya siapa sebenarnya yang dilindungi negara, rakyat atau mafia,” pungkas BE. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB