Nasib Angkatan 2025 Terkatung, BEM Universitas PGRI Sumenep Turun ke Jalan Gedor Pintu Kampus

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: BEM Universitas PGRI Sumenep gelar aksi Demonstrasi di depan kampus setempat, @by_News9.id

FOTO: BEM Universitas PGRI Sumenep gelar aksi Demonstrasi di depan kampus setempat, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Menyoal nasib angkatan 2025 BEM Universitas PGRI Sumenep gelar aksi Demonstrasi di depan kampus setempat, pada Kamis (29/1/26).

Ratusan mahasiswa mempertanyakan tentang transparansi program KIP kuliah tahun 2025 yang dinilai banyak masalah. Sebab sebanyak 560 pendaftaran KIP Kuliah hanya 50 orang yang mendapatkan program tersebut.

Korlap Aksi Nurul Hidayatullah, dalam aksi tersebut pihaknya menuntut rektor untuk turun dari jabatannya jika tidak mampu mengatasi persoalan yang terjadi.

Sebab, kata dia, kegagalan rektor dibuktikan dengan tidak mampunya mengatasi masalah yang terjadi.

“Jika rektor tak mampu mengatasi masalah yang terjadi lebih baik mundur jabatannya,” tegasnya.

Dayat juga menegaskan bahwa adanya dugaan pungli dalam pelaksanaan mata kuliah renang yang mewajibkan mahasiswa untuk melakukan pembayaran termasuk mahasiswa penerima KIP Kuliah.

Baca Juga:  Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang Berbagi Takjil untuk Tukang Becak di Kota Lumajang

Menurutnya praktektersebut dinilai sangat bermasalah, karena mata kuliah renang merupakan bagian dari kurikulum akademik wajib, bukan kegiatan tambahan atau pilihan.

“Kentuan KIP Kuliah secara tegas melarang segala bentuk pungutan kepada mahasiswa penerima KIP yang berkaitan dengan kegiatan akademik, termasuk mata kuliah, praktikum, dan kegiatan pembelajaran lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ach Zainuddin saat orasi menyampaikan masalah yang terjadi bahwa SOP dosen juga belum ada kejelasan sampai kampus beralih status menjadi Universitas.

Sebab, menurutnya, saat kepala SDM yang baru ditanyakan tentang SOP dia berdalih masih mau dipelajari.

“Hal tersebut menjadi bukti gagalnya rektor dalam menjalan sistem tatakelola kampus yang dengan stakeholder,” teriaknya.

Dia juga menyinggung tentang dampak dari SOP dosen yang belum jelas adanya praktek Dosen pungli dan mafia jurnal.

Baca Juga:  Siswi SMP Integral Sumenep Sabet Dua Medali Nasional

Fakta tersebut disebabkan kampus yang kurang serius dalam melakukan asesmen kepada dosen yang baru masuk kampus.

“Adanya masalah yang terjadi mengenai profesionalisme dosen disebabkan karena adanya SOP yang tidak jelas,” terangnya.

Menanggapi aksi tersebut Rektor UPI Sumenep Asmoni siap menindaklanjuti segala tuntutan mahasiswa 2025.

Dia juga mengapresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap kampus.

“Kami pihak rektorat akan memberikan SK berisi kebijakan beasiswa yang bisa membantu Mahasiswa yang tidak dapat KIP kuliah,” ungkapnya.

Asmoni juga menyatakan, bahwa pihaknya akan memberikan kesempatan pada mahasiswa yang memang membutuhkan untuk daftar beasiswa yatim piatu, tahfidz dan berprestasi.

“Tapi ingat harus memprioritaskan orang yang memang tidak mampu betul,” jelasnya.

Sedangkan Warek III Moh. Fauzi menyampaikan pada bulan 2 pertengahan pihaknya akan mengeluarkan kebijakan beasiswa bagi mahasiswa yang tidak dapat program KIP kuliah.

“Pertengahan bulan dua tahun ini kebijakan beasiswa bisa diberlakukan,” singkatnya.

Selain itu, Warek II M. Ridwan menyatakan bahwa pihaknya berdalih terkait SOP dosen itu ada mekanisme sedangkan bagi dosen tidak tetap itu kebanyakan hanya dosen praktisi yang setiap semester pasti berganti.

“Kalau dosen tidak tetap itu mas dari praktisi,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik
RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun
SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi
Permudah Akses Informasi dan Pengaduan, RSUDMA Sumenep Hadirkan IPP 24 Jam
Ombudsman RI, BPKN dan YLKI Sambangi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep
Polsek Pasrujambe Pantau Lahan Pertanian Jagung,Dukung Ketahanan Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:01 WIB

SPMB Tahap III Dibuka, SMKN Ihya’ Ulumudin Banyuwangi Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:59 WIB

HMP PGSD UPI Sumenep Buka Ajang Olimpiade SD Tingkat Jawa Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:50 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di Sampang, Untuk Tekan Biaya Logistik

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:38 WIB

RSUD Caruban Gelar Khitan Massal, Wujud Nyata Kepedulian Kesehatan dan Dukungan Bagi Generasi Sehat Kabupaten Madiun

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:05 WIB

SDN Paseyan 1 Sampang Gelar Jalan Sehat dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB