UMKM Sekolah di Sumenep Tumbang Dihantam Program Presiden

- Redaktur

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Presiden Prabowo Subianto dan korban kebijakan para pedagang kecil yang selama ini menopang ekosistem sekolah. @by_News9.id

FOTO: Presiden Prabowo Subianto dan korban kebijakan para pedagang kecil yang selama ini menopang ekosistem sekolah. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digembar-gemborkan sebagai solusi peningkatan kualitas sumber daya manusia, justru menyisakan ironi pahit di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Di balik food tray makan gratis untuk siswa, usaha kecil di sekitar sekolah satu per satu tumbang.

Kisnawati, salah satu warga Sumenep yang menggantungkan hidup dari berjualan makanan di lingkungan sekolah, mengaku program MBG menjadi mimpi buruk bagi pelaku usaha mikro.

Menurutnya, kebijakan yang diklaim berpihak pada rakyat itu tak lebih dari program elitis yang mematikan denyut ekonomi kecil.

“Seolah-olah Presiden sangat peduli pada anak sekolah. Tapi kenyataannya, kami yang jualan nasi di sekolah langsung mati. Anak-anak tidak beli lagi, karena sudah dapat makan gratis. Lalu kami mau hidup dari mana,” ujarnya, Jumat (6/2).

Sebelum MBG berjalan, Kisnawati bisa menghabiskan hingga lima kilogram beras setiap hari. Dagangannya diborong para siswa, cukup untuk menopang kebutuhan dasar keluarga. Kini, dapurnya nyaris tidak lagi mengepul.

“Sekarang masak saja percuma. Jualan tidak laku. Ekonomi keluarga berantakan. Anak kami yang biasanya jajan, sekarang tidak bisa apa-apa. Kalau begini, apakah ini namanya program pro-rakyat atau pembunuh ekonomi rakyat kecil,” tegasnya.

Dia menilai kebijakan MBG dibuat tanpa empati dan tanpa kajian dampak sosial ekonomi di akar rumput.

Baca Juga:  Patroli Ramadhan, Babinsa Koramil Kangean Perkuat Keamanan dan Silaturahmi dengan Warga

Negara dinilai terlalu mudah mengklaim keberhasilan program, tapi abai terhadap korban kebijakan para pedagang kecil yang selama ini justru menopang ekosistem sekolah.

“Harusnya Presiden berpikir logis. Jangan seenaknya bikin kebijakan yang menguntungkan kelompok pengusaha katering besar, tapi mematikan usaha kecil rakyat. Kami ini bukan angka statistik,” sindirnya.

Kisnawati juga mempertanyakan beban anggaran negara. Program MBG yang berjalan setiap hari disebut menyedot triliunan rupiah dari APBN, di tengah narasi pemerintah soal efisiensi anggaran.

“Setiap hari negara keluar uang hanya untuk makan. Triliunan. Tapi bantuan sosial ke masyarakat saja tiga bulan sekali. Ini efisiensi versi siapa,” terangnya.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis kini bukan hanya soal gizi anak sekolah, tetapi juga soal keadilan kebijakan.

“Di Sumenep, MBG telah membuka satu pertanyaan besar siapa yang sebenarnya dikorbankan demi pencitraan program nasional,” tandasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua
Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah
Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator
HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan
Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar
Nilai Sempurna, Bocah 5 Tahun Asal Sumenep Juara 1 VENUS Kompetisi Sains
Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI, Pemkab Sumenep Gelar Upacara Detik-detik Proklamasi 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:37 WIB

Kapolresta Banyuwangi Bangun Soliditas Lewat Coffee Morning, Tekankan Peran Pemimpin dan Orang Tua

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Aplikasi “Panglima” SMKN Ihya’ Ulumudin Jadi Jembatan Alumni dan Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Desil DTSEN BPS Probolinggo Jelaskan Tak Ditentukan Satu Indikator

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:31 WIB

HUT RI ke-81 di Masalembu: Merdeka dalam Seremoni, Terjajah oleh Ketertinggalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Perubahan APBD 2026 Sumenep: Pendapatan Turun Rp175,16 Miliar, Belanja Modal Justru Naik Rp46,18 Miliar

Berita Terbaru