SUMENEP, NEWS9 – Di tengah suasana peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, nelayan Masalembu kembali dihadapkan pada persoalan yang menyentuh langsung ruang hidup dan sumber penghidupan mereka.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, nelayan Masalembu mendapati dan merekam melalui video adanya kapal purse seine yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di sekitar wilayah rumpon nelayan Masalembu.
Temuan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan nelayan lokal karena rumpon merupakan salah satu sarana penting bagi nelayan kecil dalam mencari ikan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Aktivitas penangkapan menggunakan kapal dengan kemampuan tangkap yang lebih besar di sekitar rumpon dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas nelayan lokal serta menimbulkan potensi kerusakan terhadap rumpon.
Rawatan Samudra menegaskan bahwa persoalan tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap nelayan dari daerah lain untuk mencari nafkah.
Menurutnya, laut adalah sumber kehidupan bersama. Namun, setiap aktivitas penangkapan ikan harus tetap memperhatikan aturan, keselamatan, serta keberadaan ruang usaha dan sarana penangkapan nelayan lokal.
“Kami tidak melarang siapa pun mencari nafkah di laut. Tetapi kami meminta agar kapal-kapal pendatang menghormati rumpon nelayan lokal. Jangan sampai demi mendapatkan hasil tangkapan yang lebih besar, nelayan kecil justru kehilangan ruang untuk mencari penghidupan,” tegasnya, Jumat (21/8/2026).
Rawatan Samudra juga mengimbau kepada seluruh kapal pendatang yang beroperasi di perairan Masalembu agar tidak melakukan aktivitas penangkapan di areal rumpon nelayan lokal, menjaga jarak yang aman, serta menghormati keberadaan rumpon sebagai sarana penghidupan nelayan setempat.
Persoalan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kemerdekaan di daratan, tetapi juga bagaimana masyarakat pesisir dan nelayan kecil dapat merasa aman dan terlindungi dalam mencari nafkah di lautnya sendiri.
Karena itu, Rawatan Samudra mengajak seluruh nelayan Masalembu untuk tetap bersatu, menjaga laut, menjaga rumpon, serta menyampaikan setiap persoalan secara tertib dan berdasarkan fakta di lapangan.
“Kami berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan di perairan Masalembu, sehingga tidak terjadi konflik antara nelayan lokal dan kapal pendatang,” tandasnya. ***
Penulis : Nola
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









