Maafkan Chainur Rasyid

- Editorial Team

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (istimewa) Chainur Rasyid, calon Sekda yang kini menjabat Kepala DKPP Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

FOTO: (istimewa) Chainur Rasyid, calon Sekda yang kini menjabat Kepala DKPP Kabupaten Sumenep. @by_News9.id

OPININEWS9 – Maafkan aku, yang terlalu cepat menilai dari kulit yang tampak. Yang menyangka diam adalah lemah, merunduk adalah tanda kalah.

Padahal, di balik langkah pelan itu ada jiwa yang tak pernah gaduh meminta pengakuan.

Chainur Rasyid, sebuah nama yang berjalan tanpa panggung, tanpa lampu sorot, tanpa tepuk tangan yang riuh.

Ia memilih sunyi sebagai cara menjaga hati. Merendah bukan karena tak mampu berdiri tegak, melainkan karena tahu betapa tinggi langit tak bisa dijangkau kesombongan.

Baca Juga:  Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi "Kucing dalam Karung" dengan Adu Gagasan

Loyal seribu persen, bukan kepada manusia semata, tetapi kepada amanah yang ia yakini akan ditanya di hadapan Tuhan Ilahi Rabbi.

Bagi mata yang hanya membaca permukaan, ia mungkin terlihat sederhana pejabat yang dianggap mudah digertak, mudah disela, mudah dipinggirkan.

Namun siapa yang tahu di balik ruang yang tak disorot kamera ia menyerahkan seluruh lelahnya kepada Yang Maha Melihat.

Ketulusannya tak pernah ia jadikan spanduk. Tak pernah ia klaim sebagai prestasi. Biarlah orang lain yang menilai atau bahkan tak menilai sama sekali.

Baca Juga:  Aksi Sosial, Polsek Kangean Salurkan Bansos

Sebab ia percaya, Tuhan tidak pernah luput mencatat hati yang bersih. Seperti dawuh para ustadz, segala sesuatu kembali pada amal perbuatan.

Dan tiba-tiba tanpa gembar-gembor, tanpa strategi panggung namanya tertera di jajaran papan atas calon Sekda Sumenep.

Publik terdiam sejenak. Takjub. Bertanya dalam bisik: apa sebenarnya kelebihan Chainur Rasyid?

Barangkali bukan suara yang keras. Bukan langkah yang penuh gemuruh. Tetapi kesabaran yang panjang, dan niat yang tak pernah retak.

Baca Juga:  Narasi Penertiban PKL di Sampang, Ketika Keadilan Masih Terasa Sepihak

Begitulah takdir bekerja sunyi, tetapi pasti. Sejak sebelum kita mengenal dunia, Tuhan telah menuliskan kisah setiap makhluk di lembar yang tak pernah salah.

Kini kita hanya sedang berjalan, mengulang catatan yang telah selesai ditulis. Dan di antara baris-baris takdir itu, nama Chainur Rasyid perlahan naik ke permukaan bukan karena ambisi, melainkan karena waktu telah tiba pada gilirannya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat AI pada Presiden dan Menhan
TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Surat AI pada Presiden dan Menhan

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). @by_News9.id

Headline

Waspada Influenza A, Kasus ISPA di Sumenep Tembus 1.970

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:43 WIB

FOTO: Veda Ega Pratama finis posisi 11 di Moto3 Jepang 2026 setelah memulai balapan dari urutan 18. @by_News9.id

OLAHRAGA

Veda Ega Finis ke-11 di Moto3 Jepang, Raih Lima Poin

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:07 WIB