Roti Kedaluwarsa Dibagikan ke Siswa, Kepala SPPG Batang-Batang Daya Pilih Bungkam

- Redaktur

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Makanan Roti yang diberikan dengan masa kedaluwarsa yang hampir habis kepada para siswa penerima manfaat. @by_News9.id

FOTO: Makanan Roti yang diberikan dengan masa kedaluwarsa yang hampir habis kepada para siswa penerima manfaat. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Dugaan kelalaian dalam distribusi makanan bagi siswa kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Bhakti Bunda Berjaya di wilayah Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, diduga membagikan roti dengan masa kedaluwarsa yang hampir habis kepada para siswa penerima manfaat.

Temuan itu bermula dari laporan sejumlah wali murid dan guru yang menemukan roti dalam paket makanan siswa memiliki tanggal kedaluwarsa yang sangat dekat.

Bahkan, beberapa roti disebut hanya memiliki selisih satu hari sebelum tanggal kedaluwarsa, sementara paket MBG tersebut disiapkan untuk konsumsi beberapa hari sekaligus dalam sistem rapelan dari Senin hingga Sabtu.

Seorang wali murid menilai pengelola seharusnya lebih teliti dan bertanggung jawab dalam memastikan kelayakan makanan yang diberikan kepada anak-anak.

“Sebagai penyedia layanan konsumsi untuk siswa, seharusnya lebih berhati-hati. Tidak semua orang memahami batas aman makanan untuk dikonsumsi. Jika sampai berdampak pada kesehatan anak-anak, tentu sangat merugikan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan itu bukan hanya menyangkut kesehatan siswa, tetapi juga menyangkut kredibilitas lembaga atau yayasan yang terlibat dalam penyediaan makanan program tersebut.

Baca Juga:  SPPG Labruk Lor Rowobujel Mulai Besok Ditutup Sementara

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala SPPG Batang-Batang Daya, Zainuddin, memilih bungkam terkait kebenaran roti yang dibagikan kepada siswa hanya berselisih satu hari dari tanggal kedaluwarsa.

Ia juga tidak memberikan penjelasan ketika ditanya mengenai jumlah item makanan yang dibagikan serta nilai anggaran satuan paket MBG untuk distribusi rapelan dari Senin hingga Sabtu.

Baca Juga:  Bangkitkan Kepedulian Lingkungan, Taruna Muda Desa Pamolokan Gelar Aksi Bersih Makam

Bahkan, saat dimintai keterangan terkait langkah tegas yang diambil pihak SPPG setelah ditemukan makanan dengan masa kedaluwarsa yang hampir habis, Zainuddin tidak memberikan jawaban.

Namun sebelumnya, dalam konfirmasi kepada pihak sekolah, Zainuddin sempat mengakui adanya kelalaian dalam pengecekan masa kedaluwarsa roti yang dibagikan kepada siswa.

Menurutnya, sebelum melakukan pemesanan, pihaknya telah menanyakan masa konsumsi produk kepada penyedia roti.

Dari informasi yang diterima, roti tersebut disebut masih layak dikonsumsi selama lima hingga enam hari ke depan.

“Namun setelah dicek kembali, ternyata tanggal kedaluwarsanya sampai tanggal 15. Ini menjadi keteledoran kami karena tidak melakukan pengecekan ulang secara detail. Bukan unsur kesengajaan. Kami justru ingin memberikan yang terbaik bagi penerima manfaat,” kata Zainuddin.

Ia juga menjelaskan bahwa pemesanan roti dilakukan beberapa hari sebelumnya karena harus bersaing dengan dapur lain yang juga memesan produk serupa.

“Pemesanan kami lakukan sejak Jumat, sementara pendistribusian pada Sabtu. Memang harus pesan lebih awal karena banyak dapur lain yang juga memesan. Biasanya roti dan bahan lainnya sampai ke dapur sehari sebelum didistribusikan,” tandasnya.

Kasus tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait standar pengawasan kualitas makanan dalam program MBG, terutama karena program tersebut menyasar anak-anak sekolah yang membutuhkan jaminan keamanan dan kelayakan konsumsi.

Baca Juga:  Lapas Banyuwangi Peduli, Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61

Hingga berita ini diterbitkan lagi, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program maupun instansi terkait mengenai langkah evaluasi atau pengawasan terhadap dugaan kelalaian tersebut. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: TD (korban) penganiyaan oleh ibu kandungnya sendiri. @by_News9.id

HUKRIM

Ibu Diduga Aniaya Anak Kandung di Pamekasan hingga Tewas

Senin, 17 Agu 2026 - 21:19 WIB