Air Mati, Rakyat Menjerit: Warga Kertasada Ancam Kepung PDAM Sumenep

- Redaktur

Sabtu, 21 Maret 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (ilustrasi) Warga Desa Kertasada yang sudah berbulan-bulan menunggu aliran air dari PDAM tidak kunjung mengalir. @by_News9.id

FOTO: (ilustrasi) Warga Desa Kertasada yang sudah berbulan-bulan menunggu aliran air dari PDAM tidak kunjung mengalir. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Kesabaran warga Desa Kertasa, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, akhirnya di ambang batas.

Sudah berbulan-bulan menunggu, aliran air dari PDAM tidak kunjung mengalir yang tersisa hanya janji dan derita yang terus berulang.

Di tengah Ramadan, saat kebutuhan air meningkat drastis, warga justru dipaksa bertahan tanpa pasokan air bersih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas dasar seperti mandi, memasak, hingga menyiapkan hidangan Idulfitri berubah menjadi perjuangan harian.

Diky Candra Permana, mantan Kepala Desa setempat, mengaku rutinitasnya porak-poranda akibat krisis air.

Ia bahkan mengancam akan turun ke jalan bersama massa besar jika kondisi tersebut terus dibiarkan.

“Airnya mati, tidak ada untuk mandi. Kalau telat bayar malah didenda, akhirnya kami terpaksa beli air galon,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menyulitkan, tapi juga membebani ekonomi warga.

Baca Juga:  Prasasti Proyek Rabat Beton Pokir DPRD Sumenep Hilang, Disnaker Amburadul Soal Pengawasan

Masbu, warga lainnya, mengungkapkan mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air tambahan hingga memasang pompa demi bertahan hidup.

Selain itu, KH. Moh Fandari, SH, tokoh masyarakat menyebut pihaknya sudah berulang kali menyuarakan persoalan itu ke DPRD hingga Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Namun, respons yang diharapkan tidak pernah benar-benar datang.

“Sejak Oktober kami sudah sampaikan ke dewan dan bupati. Tapi sampai sekarang tidak ada perubahan,” tegasnya.

Tidak hanya soal air, warga juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam sistem pembayaran.

Baca Juga:  Anggaran Publikasi DPRD Sumenep Mandek, Fraksi PKB Diduga Mainkan Skema demi Kunker

Meski air tidak digunakan bahkan oleh warga yang merantau tagihan tetap berjalan.

“Kami tetap diwajibkan bayar sekitar Rp49 ribu setiap bulan. Ini tidak masuk akal. Kami menduga ada penyimpangan,” lanjut Fandari.

Warga menuntut evaluasi total terhadap kinerja Perumda PDAM Sumenep, bahkan mendesak pencopotan direktur utama.

Baca Juga:  Ketua KNPI Sumenep Langgar Kesepakatan RAPIMPURDA

Ancaman aksi demonstrasi pun bukan isapan jempol.

Warga mengaku telah melayangkan tiga surat audiensi tanpa hasil.

Kini, mereka bersiap turun ke jalan dengan kekuatan massa yang lebih besar.

“Kalau tidak ada perubahan, kami akan datang ke kantor PDAM. Ini bukan lagi keluhan, ini perlawanan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Perumda PDAM maupun Komisi II DPRD Sumenep.

Diamnya pihak terkait justru semakin menguatkan kesan bahwa rakyat dibiarkan berteriak sendirian di tengah krisis yang seharusnya bisa diselesaikan. ***

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: (ilustrasi) Moh. Syaiful Anam alias Nanang, terduga bandar narkoba di wilayah Masalembu. @by_News9.id

HUKRIM

Bandar Narkoba Masalembu Melarikan Diri ke Malaysia

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:49 WIB

FOTO: Barang bukti narkotika jenis sabu hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. @by_News9.id

HUKRIM

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu 4,28 Gram

Kamis, 13 Agu 2026 - 09:38 WIB