Kabag Perekonomian dan SDA Lumajang Lakukan Monitoring LPG 3 Kilogram Secara Terpadu

- Editorial Team

Sabtu, 11 April 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopindag), serta unsur Forkopimca Senduro yang terdiri dari camat, kepolisian, dan TNI saat melakukan monitoring. @by_News9.id

FOTO: Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopindag), serta unsur Forkopimca Senduro yang terdiri dari camat, kepolisian, dan TNI saat melakukan monitoring. @by_News9.id

LUMAJANG, NEWS9 – Upaya membangun distribusi yang lebih tertata dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat monitoring penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram bersubsidi di kalangan pelaku usaha sebagai langkah menjaga keseimbangan distribusi sekaligus memastikan ketersediaan tetap terjaga bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kecamatan Senduro, kepala bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda kabupaten Lumajang Bonni Momenta, menyampaikan bahwa monitoring dilakukan secara terpadu dengan melibatkan lintas sektor meliputi Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopindag), serta unsur Forkopimca Senduro yang terdiri dari camat, kepolisian, dan TNI.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/04/2026) ini menyasar pelaku usaha di wilayah Kecamatan Senduro, khususnya sektor pengolahan hasil pertanian dan usaha kuliner yang menggunakan LPG dalam aktivitas operasionalnya.

“Monitoring ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan sekaligus menjaga agar distribusi LPG tetap berjalan lancar dan seimbang”, ujar Bonny dalam keterangannya, Jum’at (10/04/2026).

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan dialog langsung dengan pelaku usaha serta mengamati penggunaan dan ketersediaan LPG sebagai bagian dari proses pendataan dan pemetaan kebutuhan energi.

Baca Juga:  Hari Lahir Pancasila, Khairul Umam Dorong Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Hasil monitoring menunjukkan bahwa penggunaan LPG 3 kilogram pada pelaku usaha memiliki variasi sesuai dengan jenis dan skala usaha. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah penataan yang lebih terarah.

Baca Juga:  Bukti Kerukunan Warga, Sumenep Sabet Penghargaan IHaI 2025 dari Kemendagri

Pendekatan yang dilakukan mengedepankan pembinaan dan pendampingan, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan penggunaan energi secara bertahap tanpa mengganggu keberlangsungan usahanya.

Bonni menegaskan bahwa penguatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem distribusi yang lebih tertata dan berkelanjutan.

“Yang kita jaga adalah keseimbangan distribusi, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas usaha juga tetap berjalan dengan baik. Pengawasan ini mengacu pada Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 500.10./1/427.14/2026 tentang LPG tabung 3 kilogram bersubsidi, yang menjadi pedoman dalam menjaga keteraturan penyaluran”, tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, tim lintas sektor akan terus memperkuat pendataan pelaku usaha untuk memperoleh gambaran kebutuhan yang lebih akurat, sehingga kebijakan distribusi dapat disusun secara lebih tepat.

Baca Juga:  Aksi Tetap On Track, Rombongan Banyuwangi Bantah Isu Dibatalkan

Selain itu, pembinaan berkelanjutan akan dilakukan untuk mendorong penggunaan energi yang sesuai dengan kebutuhan usaha, sekaligus mendukung kelancaran distribusi LPG bersubsidi di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan mengagendakan monitoring dan evaluasi secara berkala melalui tim terpadu, guna memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lebih tertib dan konsisten.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha, serta distribusi LPG bersubsidi yang semakin tertata dan dapat diakses secara merata di Kabupaten Lumajang. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Kejati Jatim Beri Penghargaan Kepada PKN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Rabu, 30 September 2026 - 18:42 WIB

Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB