Warning Keras ASN Banyuwangi: Jangan Hanya Duduk di Balik Meja

- Editorial Team

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat bersalaman dengan seluruh kepala OPD dan camat. @by_News9.id

FOTO: Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat bersalaman dengan seluruh kepala OPD dan camat. @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Langkah besar kembali dilakukan Ipuk Fiestiandani dalam merombak jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Sebanyak 52 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas resmi dilantik di area Pasar Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Senin (18/5/2026).

Bukan tanpa alasan pelantikan digelar di tengah ruang publik dan aktivitas masyarakat.

Pemilihan lokasi tersebut menjadi simbol bahwa birokrasi Banyuwangi harus dekat dengan rakyat, bukan hanya sibuk di ruang kantor.

Rotasi jabatan kali ini menyasar sejumlah posisi strategis. Alfian resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan. Dwi Handayani yang sebelumnya memimpin Dinas Lingkungan Hidup kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sementara Nanin Oktaviantie yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD).

Selain pejabat OPD, sejumlah kursi camat juga mengalami pergeseran. Di antaranya Abdur Rachman sebagai Camat Giri, Ahmad Subhan sebagai Camat Srono, Satrio sebagai Camat Songgon, Bambang Suryono sebagai Camat Gambiran, Sudharto Setyo sebagai Camat Purwoharjo, dan Khoirul Hidayat sebagai Camat Genteng.

Baca Juga:  Pernyataan Soal Mandangin Berujung Somasi, Plt Kadinkes Sampang Terancam Dilaporkan ke Polisi

Namun lebih dari sekadar pergantian jabatan, pelantikan tersebut menjadi momentum peringatan keras bagi seluruh ASN Banyuwangi agar mengubah pola kerja birokrasi yang lamban dan terlalu administratif.

Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan bahwa masyarakat kini menuntut pemerintah yang cepat bergerak, mudah ditemui, dan benar-benar hadir ketika rakyat menghadapi persoalan.

“Saya tidak ingin pejabat hanya sibuk tanda tangan berkas, menghadiri rapat, atau duduk nyaman di ruang kerja ber-AC. Pejabat harus turun langsung melihat kondisi masyarakat. Dengarkan apa yang menjadi keluhan rakyat dan bergerak cepat menyelesaikannya,” tegas Ipuk.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan ataupun fasilitas yang melekat, melainkan amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kalau hanya ingin nyaman dengan jabatan, maka jangan jadi pejabat. Karena pejabat itu pelayan masyarakat. Harus siap bekerja, siap dikritik, dan siap turun kapan pun dibutuhkan rakyat,” ujarnya disambut tepuk tangan para undangan.

Ipuk juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa runtuh apabila birokrasi bekerja lamban dan tidak responsif terhadap persoalan di lapangan.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Rekan RR sebagai DPO, Kasus Dugaan “Jebakan” Narkoba di Sampang Mulai Terang

Ia mencontohkan banyak persoalan sosial yang sebenarnya bisa diselesaikan lebih cepat apabila pejabat aktif membangun komunikasi dengan masyarakat sejak awal.

“Jangan tunggu masalah viral di media sosial baru bergerak. Jangan tunggu masyarakat marah dulu baru turun. Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum persoalan membesar,” katanya dengan nada tegas.

Bupati perempuan pertama di Banyuwangi itu juga meminta seluruh kepala OPD dan camat membangun budaya kerja yang responsif, disiplin, dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar laporan administrasi.

“Saya ingin birokrasi Banyuwangi menjadi birokrasi yang bekerja dengan hati. Yang hadir bukan hanya ketika ada acara seremonial, tetapi hadir saat masyarakat membutuhkan solusi,” sambungnya.

Perhatian khusus turut diberikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga. Ipuk berharap kepemimpinan baru mampu membuka lebih banyak ruang kreativitas dan pembinaan generasi muda Banyuwangi agar terhindar dari pengaruh negatif serta mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.

“Anak muda Banyuwangi jangan dibiarkan kehilangan arah. Pemerintah harus hadir memberikan ruang kreativitas, ruang olahraga, ruang inovasi, agar lahir generasi yang kuat, mandiri, dan punya daya saing,” ujarnya.

Sementara kepada para camat yang baru dilantik, Ipuk menegaskan bahwa camat harus menjadi figur pertama yang hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan di wilayahnya.

“Camat itu ujung tombak pemerintah. Harus peka, cepat turun, dekat dengan warga, dan mampu menjadi pusat solusi tercepat di tengah masyarakat. Jangan hanya jadi administrator yang menunggu laporan masuk,” pungkasnya. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buku “Strategi Menyusun Gugatan di Era Digital” Karya Prof Herowati Poesoko, Dr. Zein dan Penulis lainnya Dilaunching pada Konferensi 14 Tahun Adhaper di Universitas Udayana
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Hosnan Targetkan AMP Sapudi dan Jalan Beton Raas Mulai 2027
Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep
Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong 5 Medali di Kompetisi Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Buku “Strategi Menyusun Gugatan di Era Digital” Karya Prof Herowati Poesoko, Dr. Zein dan Penulis lainnya Dilaunching pada Konferensi 14 Tahun Adhaper di Universitas Udayana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera

Berita Terbaru

FOTO: Sulaisi Abdurrazaq, S.H.I., M.I.P., selaku kuasa hukum Mahyuni. @by_News9.id

HUKRIM

Kasus Pohon Siwalan, Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:51 WIB

FOTO: Kepala Puskesmas Robatal, Benny Irawan, saat digiring ke Polres Sampang. @by_News9.id

Headline

Kapus Robatal Digiring ke Polres Sampang Usai Penggerebekan

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:06 WIB