SUMENEP, NEWS9 – Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat.
Kegiatan tersebut digelar di Posyandu Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Sumenep, pada Kamis (3/9/2026).
Supervisi diikuti Kepala Puskesmas (Kapus), Penjabat (Pj) Kepala Desa Marengan Laok, kader dari lima Posyandu, aparat desa, bidan desa, serta perawat desa.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pembinaan dan pendampingan bagi para kader Posyandu agar mampu menjalankan tugas sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Kadinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, M.Kes., melalui Kepala Puskesmas menyampaikan, supervisi fasilitatif bertujuan meningkatkan mutu pelayanan melalui bimbingan, dukungan, serta komunikasi dua arah yang konstruktif.
Menurutnya, pendekatan supervisi tersebut tidak semata-mata untuk mencari kesalahan kader, melainkan memberikan ruang untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi secara bersama-sama.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan mutu pelayanan, memastikan layanan sesuai standar operasional, meningkatkan kualitas kerja kader di lapangan, serta menyelesaikan berbagai persoalan teknis secara bersama-sama,” ujarnya.
Selain peningkatan mutu pelayanan, supervisi juga menjadi bagian dari pembinaan dan dukungan terhadap kader melalui bimbingan serta pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Komunikasi dua arah antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa juga dinilai penting untuk mengetahui berbagai hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan di Posyandu.
“Pola pengawasan yang kaku perlu diubah menjadi dukungan yang positif. Kader harus diberikan ruang untuk menyampaikan kendala di lapangan sehingga dapat dicarikan solusi bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, aspek administrasi juga menjadi perhatian. Perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan dinilai penting untuk mendukung tertib administrasi sekaligus memudahkan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu.
Supervisi juga diarahkan untuk mengevaluasi hambatan kerja secara berkala serta mengoptimalkan fungsi fasilitas kesehatan dan unit kerja terkait.
“Dengan pendekatan tersebut, pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang berjalan secara berkelanjutan,” tandasnya. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









