Festival Musik Tong-Tong Sumenep Masuk KEN 2025

- Redaksi

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Festival Musik Tong-Tong, kebanggaan masyarakat Madura, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. @by_News9.id

FOTO: Festival Musik Tong-Tong, kebanggaan masyarakat Madura, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025. @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Festival Musik Tong-Tong, kebanggaan masyarakat Madura, resmi masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Penetapan itu menjadi bukti nyata pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal Sumenep sekaligus langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat branding pariwisata berbasis budaya dan menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, menyampaikan bahwa pencapaian itu merupakan momentum penting bagi Sumenep untuk menampilkan wajah baru di panggung nasional.

“Masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam KEN 2025 menandakan bahwa Sumenep memiliki potensi budaya yang bukan hanya layak dilestarikan, tapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan kekuatan ekonomi kreatif,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).

Menurut Iksan, Pemkab Sumenep tengah menyiapkan konsep festival yang lebih modern, interaktif, dan ramah wisatawan, namun tetap mempertahankan akar budaya Madura sebagai ruh utama kegiatan.

“Kami akan menghadirkan kemasan yang segar, dengan tata panggung dan promosi digital yang lebih profesional. Tapi yang utama, identitas tong-tong sebagai warisan budaya tetap menjadi roh utama acara,” tambahnya.

Festival Musik Tong-Tong 2025 dirancang sebagai ajang kolaboratif antara budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Baca Juga:  Laras Merak Guncang Alun-Alun Sumenep, Parade Keroncong Jadi Pesta Musik Bernostalgia

Tidak sekadar hiburan rakyat, festival tersebut diharapkan menjadi lokomotif ekonomi lokal yang mampu menggerakkan UMKM, kuliner tradisional, kriya, serta industri kreatif lainnya.

“Kami ingin setiap festival menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, ekonomi lokal berputar, produk-produk unggulan terjual, dan identitas daerah semakin kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iksan menyebutkan bahwa keberhasilan itu merupakan bagian dari visi besar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam menata sektor pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis budaya lokal.

“Bupati selalu menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh lepas dari nilai-nilai budaya. Melalui event seperti Tong-Tong, kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi,” bebernya.

Dengan masuknya Festival Musik Tong-Tong dalam daftar KEN 2025, Sumenep kini menempati posisi strategis sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Jawa Timur.

Baca Juga:  Detikone, Pers yang Menindas Martabat Perempuan

Iksan berharap pengakuan nasional tersebut dapat memperluas jejaring promosi dan membuka peluang investasi di sektor pariwisata daerah.

“Kami optimistis, ke depan Sumenep akan menjadi magnet baru pariwisata budaya di Indonesia timur. Musik tong-tong bukan hanya bunyi tradisi, tapi suara kemajuan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Saat ini, Pemkab Sumenep tengah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan pelaku usaha, komunitas seni, dan akademisi untuk menyusun strategi promosi terpadu berbasis event tourism.

Baca Juga:  Pendidikan Berdaya Saing! Lumajang Pamerkan Prestasi di Expo Kurikulum Merdeka

Sebagai informasi, Festival Musik Tong-Tong Sumenep resmi tercantum dalam Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Nomor: SK/13/HK.01.02/MP/2025 tentang Penetapan 110 Karisma Event Nusantara Tahun 2025, bersama sejumlah event budaya bergengsi lainnya di Indonesia. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu
Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme
Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial
BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi
Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat
Warisan Leluhur Tak Lekang Zaman: Seblang Olehsari Kembali Hidupkan Spirit Tradisi Using
Arca Dewa Wisnu di Area Keraton Sumenep
Ketika Ketetapan Busana Dijadikan Titah Kekuasaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:27 WIB

Gemerlap Petik Laut Rawatan Samudra 2026, Tradisi Leluhur Menjaga Laut Masalembu

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:16 WIB

Doa Sang Proklamator 2026, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Merawat Nasionalisme

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:58 WIB

Idul Adha Bukan Sekadar Penyembelihan, Melainkan Simbol Keikhlasan, Kemanusiaan, dan Kepedulian Sosial

Jumat, 17 April 2026 - 12:08 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Angkat Tari Mowang Sangkal ke Panggung Edukasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:13 WIB

Festival Ketupat 2026, Tradisi Lama Disulap Jadi Pesta Kreatif Memikat

Berita Terbaru

FOTO: Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH, MH. @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:11 WIB