IWB Dorong Evaluasi Sound Horeg, Usulkan Pawai Kemerdekaan Kembali Berbasis Budaya Lokal

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Info Warga Banyuwangi (IWB). @by_News9.id

FOTO: Info Warga Banyuwangi (IWB). @by_News9.id

BANYUWANGI, NEWS9 – Wacana penataan ulang pelaksanaan pawai kemerdekaan di Banyuwangi mulai disuarakan sejumlah elemen masyarakat.

Salah satunya datang dari Info Warga Banyuwangi (IWB) yang mengusulkan agar perayaan HUT RI ke depan lebih menonjolkan unsur budaya dan kearifan lokal dibanding dominasi sound horeg yang belakangan marak digunakan.

Ketua IWB, Abi Arbain, menilai fenomena sound horeg yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan generasi muda perlu duduk bersama untuk merumuskan konsep perayaan yang tetap meriah namun tidak meninggalkan identitas budaya Banyuwangi.

“Perayaan kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, budaya, dan pendidikan karakter. Jangan sampai substansi pawai bergeser dari yang semula menampilkan kreativitas dan tradisi menjadi sekadar hiburan semata,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Dalam pandangannya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian ke depan. Mulai dari usulan penyelenggaraan pawai tanpa sound horeg pada tahun 2027, mengembalikan pawai sebagai sarana pelestarian budaya lokal, menghentikan konsep arak-arakan yang menyerupai diskotek berjalan, hingga mempertimbangkan dampak sosial terhadap generasi muda.

Baca Juga:  Kebersamaan Babinsa Pakel dan Warga dalam Karya Bakti Pembangunan Musala As’uniah

Abi menegaskan, pandangan tersebut bukan ditujukan untuk membatasi ruang kreativitas masyarakat.

Sebaliknya, ia berharap muncul keseimbangan antara hiburan modern dengan pelestarian nilai budaya yang selama ini menjadi ciri khas Banyuwangi.

Baca Juga:  Ratusan Warga Patokan Kraksaan Terima Bantuan Pangan, Tiap Keluarga Dapat 20 Kg Beras

Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai Kota Festival itu memiliki banyak kesenian dan tradisi yang dapat ditampilkan dalam pawai kemerdekaan, mulai dari seni tari, musik tradisional, hingga berbagai kreativitas berbasis budaya lokal yang melibatkan generasi muda.

IWB juga mendorong pemerintah daerah melakukan pendekatan yang humanis dalam menyikapi fenomena tersebut.

Dialog dan edukasi dinilai lebih efektif dibandingkan langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana perayaan kemerdekaan tetap menjadi ruang ekspresi warga sekaligus sarana menjaga warisan budaya dan membangun karakter generasi penerus,” kata Abi.

Perdebatan mengenai keberadaan sound horeg sendiri masih menjadi topik yang ramai dibicarakan masyarakat.

Baca Juga:  Monumen Keris Arya Wiraraja Diresmikan, Sumenep Kian Kokoh Sebagai Kota Keris

Sebagian menilai keberadaannya mampu menarik antusiasme warga dan menggerakkan perekonomian lokal, sementara sebagian lainnya berharap perayaan rakyat lebih mengedepankan nilai budaya, kenyamanan lingkungan, dan edukasi bagi generasi muda. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Toro/Tim

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji
Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan
Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata
BLT-DD Desa Kranggan Disalurkan kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat
AMBB Dukung Gagasan Nazali Lempo: Hukum Tegak, Nelayan Sejahtera
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:45 WIB

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

IWB Tagih Ketegasan DPP Gerindra: Sumpah Jabatan Jangan Hanya Sakral Saat Pelantikan, Lalu Dilupakan Saat Kekuasaan Diuji

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Warga Langsar Laok Mulai Krisis Air Bersih, Bupati Fauzi Turun Tangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Trotoar dan Bahu Jalan Jadi Lapak PKL, Tata Kota Sumenep yang Gagal Menata

Berita Terbaru

FOTO: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., (tengah) saat menghadiri kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). @by_News9.id

PEMERINTAHAN

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:07 WIB

FOTO: IMI dalam Aksi Demonstrasi di Universitas PGRI Sumenep. @by_News9.id

DAERAH

IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:45 WIB