Seremoni Megah, Harapan Besar di Pundak Kapolres Baru Sumenep

- Editorial Team

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Penyambutan Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dikemas megah, khidmat, penuh simbol kehormatan, @by_News9.id/TiktokPolresSumenep

FOTO: Penyambutan Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dikemas megah, khidmat, penuh simbol kehormatan, @by_News9.id/TiktokPolresSumenep

OPININEWS9 – Siaran langsung TikTok akun Satbinmas Polres Sumenep, Kamis pagi, menyuguhkan sebuah adegan yang nyaris tanpa cela.

Penyambutan Kapolres Sumenep yang baru, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., dikemas megah, khidmat, penuh simbol kehormatan, dan sarat pesan visual tentang harapan besar institusi terhadap pemimpin barunya.

Barisan rapi, senyum terlatih, dan ritual kehormatan seolah ingin menegaskan satu narasi, Polres Sumenep baik-baik saja, siap berubah, dan optimisme sedang dipertontonkan ke ruang publik.

Sebuah pertunjukan yang sadar atau tidak menggiring persepsi bahwa ketegasan, pembenahan, dan keadilan tinggal menunggu waktu.

Namun masyarakat Sumenep bukan penonton yang mudah lupa. Di balik kemegahan seremoni itu, ada tumpukan persoalan hukum yang belum juga menemukan ujungnya.

Baca Juga:  Pengawasan LPG Subsidi Diperketat, Polisi Pastikan Distribusi Nasional Tepat Sasaran

Dari kasus narkoba di Masalembu yang terus berulang, ODGJ, Bank Jatim, mafia BBM solar subsidi yang seolah kebal sentuhan hukum, galian C yang berkali-kali dipersoalkan namun jarang dituntaskan, hingga berbagai kasus lain yang lebih sering terdengar di ruang obrolan publik ketimbang di meja penindakan.

Seremoni boleh megah, tapi ingatan masyarakat lebih panjang dari sekadar siaran langsung.

Justru di sinilah posisi AKBP Anang Hardiyanto menjadi sangat menentukan.

Baca Juga:  Hartanto Boechori: Fadli Zon Sadari Kesalahan atau Copot! 

Sambutan luar biasa tersebut bukan semata penghormatan, melainkan juga beban ekspektasi.

Masyarakat tidak menuntut panggung yang lebih mewah, melainkan keberanian menabrak kebiasaan lama, ketegasan menindak tanpa pandang bulu, serta keadilan yang benar-benar bisa dirasakan, bukan sekadar disaksikan.

Sumenep tidak kekurangan simbol, tapi kering dari ketegasan yang konsisten. Jika kepemimpinan baru hanya berhenti pada kemasan citra dan seremoni internal, maka sambutan megah itu akan dikenang sebagai ironi bukan sebagai titik balik.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat seberapa meriah penyambutan seorang Kapolres. Yang akan diingat publik adalah siapa yang berani menyentuh akar persoalan, menegakkan hukum tanpa kompromi, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat yang lama tergerus.

Baca Juga:  Menghidupkan Jantung Pasrujambe Lewat Nadi Gotong Royong

Sambutan pagi itu semestinya bukan penutup, melainkan ujian awal. Dan masyarakat Sumenep akan menilai bukan dari apa yang ditampilkan, melainkan dari apa yang benar-benar dikerjakan.

Semoga kemegahan penyambutan pagi itu tidak menjadi akhir dari cerita, melainkan awal dari babak baru penegakan hukum di Sumenep.

Karena pada akhirnya, yang akan diingat publik bukanlah seberapa meriah sambutan seorang pemimpin, melainkan seberapa nyata dampak kepemimpinannya bagi rasa keadilan dan keamanan masyarakat. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surat AI pada Presiden dan Menhan
TEMPO Berjudi di Madura
Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?
Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)
Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI
Kecerdasan Buatan dan ‘kecerdasan’ Para Lansia di Indonesia
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Gambaran Konsep Maha Raya Festival Sumenep 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Surat AI pada Presiden dan Menhan

Sabtu, 12 September 2026 - 22:52 WIB

TEMPO Berjudi di Madura

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Karnaval Agustusan Apa Untungnya Bagi Negara?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Perlunya Memaafkan Rakyat Aceh (?)

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Berita Terbaru

FOTO: Fauzi As. @by_News9.id

OPINI

Surat AI pada Presiden dan Menhan

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:50 WIB

FOTO: Anggota PWRI Sumenep mengikuti agenda Cator Jurnalistik. @by_News9.d

DAERAH

Pesan Wartawan Senior Ibnu Hajar di Forum PWRI Sumenep

Rabu, 30 Sep 2026 - 17:05 WIB