PAMEKASAN, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam publik.
Kali ini, SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menolak 1.022 porsi paket MBG yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (9/3/2026).
Penolakan dilakukan setelah pihak sekolah menemukan ikan lele mentah, bahkan masih hidup, dimasukkan ke dalam kotak makanan bersama dua iris tahu dan dua iris tempe.
Paket MBG tersebut diketahui merupakan jatah konsumsi siswa selama tiga hari, mulai Selasa hingga Rabu pekan ini.
Namun sebelum dibagikan kepada siswa, pihak sekolah memilih mengembalikan seluruh paket karena dinilai tidak layak konsumsi.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan keputusan penolakan diambil demi melindungi kesehatan siswa. Kondisi makanan dinilai tidak higienis dan berpotensi cepat membusuk.
“Dalam satu kotak hanya ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya mentah, amis, bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik,” ujar Arifin.
Menurutnya, jika paket tersebut tetap dibagikan, besar kemungkinan siswa tidak akan memakannya.
Selain berbau menyengat, ikan mentah juga berpotensi merusak tempe dan tahu yang berada dalam satu wadah.
“Baunya sangat amis. Siswa pun menolak menerimanya,” tegasnya.
Pihak sekolah juga mempertimbangkan dampak lingkungan jika paket tersebut dibawa pulang siswa namun tidak dimakan.
“Kalau tidak dimakan dan dibuang sembarangan, itu bisa mencemari lingkungan sekolah,” tambahnya.
Arifin mengungkapkan, pihak sekolah telah menghubungi pihak SPPG As-Salman untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta adanya perbaikan sistem distribusi makanan dalam program MBG.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengakui adanya penolakan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah.
“Kami meminta maaf. Penolakan ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan distribusi makanan bisa lebih baik,” katanya.
Fikri menjelaskan, penggunaan lele marinasi dalam kondisi mentah sebenarnya merupakan bagian dari konsep menjaga nilai gizi makanan.
Menurutnya, ikan yang dimasak dua kali justru dapat mengurangi kandungan gizinya.
“Lele marinasi mentah itu gizinya lebih banyak dibanding jika dimasak dua kali. Dalam uji coba dapur kami, makanan itu bisa bertahan satu hari,” jelasnya.
Meski demikian, Fikri membantah adanya ikan lele hidup dalam paket MBG yang didistribusikan.
“Saya sudah cek langsung ke peternak lelenya. Tidak ada lele yang masih hidup saat didistribusikan,” bantahnya, dikutip. ***













>