Lele Mentah Masuk Kotak MBG, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi

- Redaktur

Senin, 9 Maret 2026 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ikan lele mentah dan masih hidup yang dimasukkan ke dalam kotak makanan bersama dua iris tahu dan dua iris tempe. @by_News9.id

FOTO: Ikan lele mentah dan masih hidup yang dimasukkan ke dalam kotak makanan bersama dua iris tahu dan dua iris tempe. @by_News9.id

PAMEKASAN, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam publik.

Kali ini, SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menolak 1.022 porsi paket MBG yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (9/3/2026).

Penolakan dilakukan setelah pihak sekolah menemukan ikan lele mentah, bahkan masih hidup, dimasukkan ke dalam kotak makanan bersama dua iris tahu dan dua iris tempe.

Paket MBG tersebut diketahui merupakan jatah konsumsi siswa selama tiga hari, mulai Selasa hingga Rabu pekan ini.

Namun sebelum dibagikan kepada siswa, pihak sekolah memilih mengembalikan seluruh paket karena dinilai tidak layak konsumsi.

Baca Juga:  SPBU 54.694.11 Kalianget Diduga Jadi Pemasok BBM Mafia Solar Subsidi

Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan keputusan penolakan diambil demi melindungi kesehatan siswa. Kondisi makanan dinilai tidak higienis dan berpotensi cepat membusuk.

“Dalam satu kotak hanya ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya mentah, amis, bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik,” ujar Arifin.

Menurutnya, jika paket tersebut tetap dibagikan, besar kemungkinan siswa tidak akan memakannya.

Selain berbau menyengat, ikan mentah juga berpotensi merusak tempe dan tahu yang berada dalam satu wadah.

“Baunya sangat amis. Siswa pun menolak menerimanya,” tegasnya.

Pihak sekolah juga mempertimbangkan dampak lingkungan jika paket tersebut dibawa pulang siswa namun tidak dimakan.

“Kalau tidak dimakan dan dibuang sembarangan, itu bisa mencemari lingkungan sekolah,” tambahnya.

Arifin mengungkapkan, pihak sekolah telah menghubungi pihak SPPG As-Salman untuk menyampaikan keberatan sekaligus meminta adanya perbaikan sistem distribusi makanan dalam program MBG.

Baca Juga:  Pendampingan Fogging: Babinsa Dampingi Dinkes Lumajang Antisipasi DBD di Desa Senduro

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengakui adanya penolakan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah.

“Kami meminta maaf. Penolakan ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan distribusi makanan bisa lebih baik,” katanya.

Fikri menjelaskan, penggunaan lele marinasi dalam kondisi mentah sebenarnya merupakan bagian dari konsep menjaga nilai gizi makanan.

Baca Juga:  IMM Sumenep : 915 Perkara Kriminal Pada 2025, Polresta Harus Buktikan Kenaikan Status dengan Kenaikan Kinerja

Menurutnya, ikan yang dimasak dua kali justru dapat mengurangi kandungan gizinya.

“Lele marinasi mentah itu gizinya lebih banyak dibanding jika dimasak dua kali. Dalam uji coba dapur kami, makanan itu bisa bertahan satu hari,” jelasnya.

Meski demikian, Fikri membantah adanya ikan lele hidup dalam paket MBG yang didistribusikan.

“Saya sudah cek langsung ke peternak lelenya. Tidak ada lele yang masih hidup saat didistribusikan,” bantahnya, dikutip. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8
Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan
Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan
Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan
Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir
Jasad Wanita Muda Ditemukan Tanpa Busana Dikamar Gegerkan Warga
Penyelidikan Tuntas, Polisi Sebut Kematian Pemuda di Probolinggo Bukan Tindak Pidana
Misteri Tewasnya Lima Peserta Latsarmil SPPI, Kemenhan-Kemenkes Turun Tangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:40 WIB

Ari Adriyansah Asal Sampang Lolos ke Babak Berikutnya D’Academy 8

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan UPT Disdukcapil Masalembu Dinilai Amburadul, Bupati Sumenep Diminta Turun Tangan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:32 WIB

Alih Fungsi Lahan Masyarakat Desa Bayu Tanam Pisang di Tengah Jalan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:54 WIB

Dua Pemuda Tambelangan Lolos DA8 Indosiar, Klinik Bunda Maharani Kirim Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:18 WIB

Sahwan dari Sampang Melaju ke 50 Besar D’Academy 8, Dukungan Masyarakat Madura Mengalir

Berita Terbaru

FOTO: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang saat membagikan bendera merah putih. @by_News9.id

DAERAH

Momen HUT RI, Polisi Sampang Bagikan Bendera dan Edukasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:35 WIB

FOTO: (ilustrasi) Pria berinisial K (41) saat diamankan petugas. @by_News9.id

HUKRIM

Pria 41 Tahun Tertekuk di Pinggir Jalan Desa Pamolokan

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:48 WIB

FOTO: (istimewa) Lesty Annatul Annisa' @by_News9.id

OPINI

Kalau Tidak Berdampak, Bubarkan Saja KOPRI

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:52 WIB