BeritaPeristiwa

Banjir Melanda Arjasa Kangean, DPRD Sumenep Soroti Kinerja OPD Terkait

390
×

Banjir Melanda Arjasa Kangean, DPRD Sumenep Soroti Kinerja OPD Terkait

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Wahyudi, @by_News9.id
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Wahyudi, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Musim hujan tahun ini kembali membawa banjir ke Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Bilis-Bilis, Desa Kalisangka, Desa Pandeman, dan Desa Paseraman.

Bahkan, Desa Angon-Angon yang kerap menjadi langganan banjir juga mengalami hal serupa.

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Wahyudi, melontarkan kritik tajam terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Wahyudi menyoroti penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan irigasi yang dinilainya tidak efektif mengatasi persoalan banjir di titik-titik rawan.

“Ini bukti bahwa perencanaan pekerjaan irigasi selama ini tidak sesuai kebutuhan mendesak,” ujarnya pada Jumat (6/12/2024).

Politisi PDI-P asal daerah pemilihan (dapil) VIII itu juga mempertanyakan integritas OPD dalam melaksanakan tugasnya.

“Apakah proyek-proyek ini hanya untuk kepentingan pribadi? Tampaknya pekerjaan irigasi lebih banyak dikerjakan untuk keuntungan tertentu daripada benar-benar fokus pada kebutuhan masyarakat,” tegas Wahyudi.

Selain buruknya pengelolaan irigasi, ia juga menyoroti minimnya fasilitas pengolahan sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai.

Tumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik disebut menjadi penyebab saluran air tersumbat, sehingga memperburuk banjir di beberapa wilayah.

“Kami meminta OPD terkait segera bertindak dan bertanggung jawab penuh. Prioritaskan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat agar masalah ini dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

>