SUMENEP, NEWS9 – Madura Culture Festival (MCF) 2026 Kabupaten Sumenep menjadi panggung kolaborasi seni dan budaya antardaerah di Jawa Timur.
Sebanyak 12 kabupaten/kota ambil bagian dengan menampilkan beragam kesenian khas dari daerah masing-masing.
Kehadiran berbagai daerah tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas, tradisi, serta kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Jawa Timur.
Pada hari pertama pelaksanaan, sejumlah kabupaten/kota tampil membawa karya seni unggulan masing-masing.
Kabupaten Sumenep membuka rangkaian pertunjukan dengan Tari Sonar Mosem Nemor.
Penampilan kemudian dilanjutkan Kabupaten Tuban dengan Tari Mustikaning Kenya, disusul Kota Probolinggo yang membawakan Tari Nyareh Jukok.
Kabupaten Bondowoso turut memperkenalkan Wirogo Singo Konah, sementara Kota Blitar tampil dengan Tari Pleret.
Kemegahan panggung budaya MCF 2026 semakin semarak dengan penampilan Kabupaten Malang melalui Tari Sekar Tunjung Biru dan Kabupaten Pasuruan yang membawakan Tari Gelora Pesisir.
Sementara pada hari kedua, panggung MCF kembali diramaikan enam daerah lainnya. Kabupaten Nganjuk menampilkan Tari Anjuk Ladang Tumandang, Kabupaten Banyuwangi hadir dengan Tari Majestik, sedangkan Kabupaten Situbondo membawa Tari Bheko Tambeng.
Berikutnya, Kabupaten Bangkalan menampilkan Tari Arojung Paseseran, Kabupaten Sampang membawakan Tari Kerabhen Sape, dan Kabupaten Pamekasan tampil dengan Tari Sandoreng.
Bupati Sumenep mengatakan, kehadiran 12 kabupaten/kota tersebut menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya yang ada di Jawa Timur.
“Kehadiran kabupaten/kota menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya Jawa Timur, mulai wilayah Madura, Tapal Kuda, hingga kawasan Jawa Timur lainnya,” kata Bupati Achmad Fauzi di MCF 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, kolaborasi antardaerah dalam festival budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal agar tetap dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur yang telah berpartisipasi dalam MCF 2026.
Partisipasi tersebut dinilai menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang ikut bersama-sama memeriahkan Madura Culture Festival, sehingga kebersamaan ini menjadi kekuatan dalam menyukseskan festival budaya,” pungkasnya. ***
Penulis : Ifal
Editor : Seno CS
Sumber Berita: https://News9.id









