Tiga Hari di Masalembu, Camat Pergi, DPRD: Jangan Korbankan Rakyat

- Editorial Team

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, @by_News9.id

FOTO: Ahmad Juhairi, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Baru sekitar tiga hari berada di wilayah kepulauan, Camat Ainul Yaqin, disebut telah kembali ke daratan setelah menggelar musyawarah kecamatan.

Kondisi itu menuai kritik dari Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Kepulauan Masalembu, Ahmad Juhairi.

Dia menilai keberadaan camat di wilayah kepulauan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Ini sangat memprihatinkan. Baru tiga hari berada di Masalembu sudah berangkat ke daratan,” tegas Juhairi, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan pejabat yang ditempatkan di wilayah kepulauan benar-benar memiliki komitmen menjalankan tugas secara maksimal.

Sebab, kata Juhairi, karakteristik wilayah kepulauan memiliki tantangan pelayanan publik yang berbeda dengan wilayah daratan.

“Kami meminta kepada pihak berwenang, khususnya Bupati, agar jangan menempatkan orang yang tidak punya komitmen untuk menjalankan pemerintahan secara baik dan maksimal, apalagi di kepulauan,” ujarnya.

Juhairi menilai, apabila seorang camat meninggalkan wilayah tugas tanpa alasan yang jelas dan tanpa kepentingan kedinasan yang dapat dipertanggungjawabkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekecewaan masyarakat.

“Perilaku meninggalkan tempat tugas tanpa ada alasan yang jelas hanya akan mencoreng nama baik bupati sendiri. Lebih-lebih pemerintahan kabupaten yang memiliki slogan Bismillah Melayani,” katanya.

Dia menegaskan, Camat Masalembu memiliki posisi strategis sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Sumenep di wilayah kepulauan.

“Sebagaimana kita tahu, di kepulauan banyak persoalan yang membutuhkan kehadiran dan fasilitasi seorang camat sebagai representasi keberadaan pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Juhairi bahkan meminta evaluasi serius terhadap penugasan Ainul Yaqin apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas utamanya secara maksimal.

“Kalau camat yang ditugaskan tidak mampu melakukan tugas utama tersebut secara maksimal, tidak perlu dilanjutkan penugasannya,” tegasnya.

Dia juga menyinggung rekam jejak Ainul Yaqin ketika sebelumnya bertugas sebagai sekretaris camat maupun penjabat kepala desa.

Baca Juga:  Dinsos Kabupaten Madiun Perkuat Kapasitas LKS, Dorong Pelayanan Sosial Profesional dan Kemandirian Finansial

Menurut Juhairi, pada masa tersebut terdapat persoalan terkait keberadaan yang bersangkutan di tempat tugas.

“Masyarakat tahu betul, pada saat yang bersangkutan ditugaskan sebagai Sekcam dan Penjabat Kepala Desa saja sudah sering meninggalkan tempat tugas. Ini malah diangkat menjadi camat,” ungkapnya.

Bagi Juhairi, jika persoalan tersebut benar terjadi, maka perlu menjadi bahan evaluasi serius oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Baru 3 Hari Jadi Camat Masalembu, Ainul Yaqin Dikabarkan Sudah ke Daratan

Jangan sampai kebijakan penempatan pejabat justru mengabaikan kebutuhan masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Ini sungguh sangat bertentangan dengan nurani publik dan menyakiti perasaan masyarakat Masalembu,” terangnya.

Dia meminta Bupati Sumenep tidak ragu melakukan evaluasi terhadap bawahannya apabila ditemukan pelanggaran kedisiplinan atau ketidakmampuan menjalankan tugas.

“Bupati jangan hanya karena ingin memberikan kenyamanan kepada orang-orang tertentu, lalu kepentingan rakyat dan visi besar Bismillah Melayani dikorbankan,” tegas Juhairi.

Dia juga mendorong adanya tindakan tegas terhadap camat yang terbukti berulang kali meninggalkan wilayah penugasannya tanpa alasan kedinasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bupati harus berani bertindak tegas kepada bawahannya. Jangan ragu memberikan sanksi sesuai ketentuan kepada camat yang terbukti sering meninggalkan wilayah penugasannya,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Masalembu Ainul Yaqin saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait kritik tersebut belum memberikan penjelasan secara rinci.

Baca Juga:  BPBD Sampang Salurkan Bantuan Logistik untuk Lansia Lumpuh di Torjun

Dia hanya menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan dijelaskan melalui kegiatan yang dilaksanakannya.

“Penjelasannya lewat kegiatan ya Mas. Bersabar,” jawabnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan lagi, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Camat Masalembu mengenai alasan kepulangannya ke daratan maupun agenda kedinasan yang mendasarinya. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Sumenep 2027 Disepakati, Belanja Rp2,264 Triliun dan Defisit Rp140,2 Miliar
Musrenbangdes Bringin Tetapkan Prioritas Pembangunan Desa 2027
Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim
Rocky Gerung Masuk Istana, Dilantik Prabowo Jadi Anggota Wantimpres
Baru 3 Hari Jadi Camat Masalembu, Ainul Yaqin Dikabarkan Sudah ke Daratan
Bukan Sekadar Penghargaan, Pemkab Sumenep Sabet Tiga Juara 1 Ekonomi Syariah Jatim
Kadis Kominfo Sumenep Tekankan Disiplin dan Kekompakan
Pemkab Sumenep Dorong Tenaga Kerja Lokal Terserap Dunia Industri
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:15 WIB

APBD Sumenep 2027 Disepakati, Belanja Rp2,264 Triliun dan Defisit Rp140,2 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Musrenbangdes Bringin Tetapkan Prioritas Pembangunan Desa 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Perisai Anak Jadi Andalan Diskominfo Jatim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Tiga Hari di Masalembu, Camat Pergi, DPRD: Jangan Korbankan Rakyat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Rocky Gerung Masuk Istana, Dilantik Prabowo Jadi Anggota Wantimpres

Berita Terbaru

FOTO: Satu satuan setingkat kompi (SSK) gabungan dari Batalyon A Pelopor, Samapta Polda Jawa Timur, Polisi Kehutanan (Polhut), dan relawan saat padamkan api. @by_News9.id

PERISTIWA

Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:22 WIB

FOTO: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan saat melakukan pemantauan. @by_News9.id

PERISTIWA

Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB