Dinsos Kabupaten Madiun Perkuat Kapasitas LKS, Dorong Pelayanan Sosial Profesional dan Kemandirian Finansial

- Editorial Team

Rabu, 16 September 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Madiun Tahun 2026. @by_News9.id

FOTO: Kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Madiun Tahun 2026. @by_News9.id

MADIUN, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial Kabupaten Madiun Tahun 2026, yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis, 16–17 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/09/2026) di Taman Wisata Lembah Wilis Kecamatan Kare Kabupaten Madiun dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi, AP., M.Si., bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Wawan Tri Juniarto, SE., beserta jajaran staf. Kegiatan diikuti oleh perwakilan 23 LKS se-Kabupaten Madiun.

Untuk memperkuat substansi pembelajaran, Dinas Sosial menghadirkan dua narasumber dengan kompetensi di bidang kesejahteraan sosial dan pengembangan organisasi, yakni Sudarsono, S.ST., M.Si., dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Kementerian Sosial RI, serta Satrio Pandunusawan, S.T., CT., NNLP, konsultan dari PT Razen Smart Service.

Saat membuka kegiatan, Wawan Tri Juniarto, SE., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas LKS tidak sekadar berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut peningkatan profesionalisme lembaga dalam menjalankan fungsi pelayanan sosial.

“Dalam acara kali ini kami menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta Kementerian Sosial untuk memberikan materi peningkatan kapasitas Lembaga Kesejahteraan Sosial, sehingga LKS bisa lebih meningkatkan kapasitas dalam melayani masyarakat secara profesional dan mandiri,” ungkap Wawan.

Menurutnya, keberadaan LKS memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Penyambutan Kepemimpinan Kombes Pol Ariek Indra Sentanu di Polresta Sumenep

Karena itu, diperlukan lembaga yang memiliki tata kelola baik, sumber daya manusia yang kompeten, serta kemampuan mengembangkan program secara berkelanjutan.

Wawan juga berharap seluruh LKS di Kabupaten Madiun dapat secara bertahap membangun kemandirian finansial, sehingga kegiatan sosial tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi dapat dikembangkan melalui potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing lembaga.

“Kami berharap LKS Kabupaten Madiun bisa bersama-sama menuju kemandirian finansial dan membangun kegiatan sosial bersama Pemerintah Kabupaten Madiun,” tambahnya.

Sementara itu, Sudarsono, S.ST., M.Si., dari BBPPKS Yogyakarta Kementerian Sosial RI, memberikan materi mengenai penguatan kelembagaan LKS, khususnya berkaitan dengan akreditasi sebagai penjaminan mutu dan kualitas lembaga.

Materi yang disampaikan mencakup Akreditasi sebagai Penjaminan Mutu dan Kualitas LKS, Standarisasi LKS Terakreditasi, serta Instrumen Akreditasi LKS Tahun 2026.

Baca Juga:  Korban Tabrak Lari Kritis, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Akreditasi menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan bahwa lembaga yang memberikan pelayanan sosial memiliki standar penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi LKS, pemahaman terhadap standar dan instrumen akreditasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap klien atau penerima manfaat.

Dengan demikian, penguatan kapasitas tidak berhenti pada pemahaman administratif, tetapi diarahkan agar LKS mampu membangun sistem pelayanan yang profesional, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat.

Pada sesi berikutnya, Satrio Pandunusawan, S.T., CT., NNLP, Konsultan PT Razen Smart Service, membawa peserta pada pendekatan yang lebih aplikatif melalui materi Mindset Kewirausahaan Sosial dan Transformasi LKS.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Identifikasi Aset dan Analisis SWOT Aplikatif, dilanjutkan dengan praktik Bedah SWOT Lembaga, serta evaluasi dan review.

Pendekatan tersebut memberikan perspektif bahwa lembaga sosial juga perlu memiliki kemampuan membaca potensi internal maupun eksternal. Aset yang dimiliki LKS, baik sumber daya manusia, jaringan sosial, fasilitas, jejaring kemitraan maupun potensi ekonomi, dapat dipetakan untuk kemudian dikembangkan menjadi kekuatan lembaga.

Baca Juga:  Polres Sumenep Segera Gelar Kasus Dugaan Perselingkuhan di Arjasa

Melalui praktik SWOT, masing-masing LKS didorong untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan secara objektif.

Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun strategi pengembangan organisasi yang lebih realistis dan berkelanjutan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas LKS Kabupaten Madiun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial masyarakat.

Pemerintah tidak hanya membutuhkan LKS sebagai pelaksana kegiatan sosial, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki kapasitas kelembagaan, integritas, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika persoalan sosial.

Ke depan, tantangan kesejahteraan sosial membutuhkan pendekatan yang semakin kolaboratif.

Pemerintah, LKS, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan perlu membangun ekosistem pelayanan sosial yang saling menguatkan.

Melalui peningkatan kapasitas, penguatan standar pelayanan, pemahaman akreditasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kewirausahaan sosial, LKS diharapkan mampu tumbuh menjadi lembaga yang semakin profesional, mandiri, akuntabel, dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial untuk terus mendorong pelayanan sosial yang tidak hanya responsif terhadap persoalan masyarakat, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat dan berkelanjutan. ***

Facebook Comments Box

Penulis : GN

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Pejabat Sumenep Dilantik, Bupati Fauzi Tagih Integritas dan Kinerja Nyata
Kapolsek Baru Masalembu Jadi Harapan Warga
Kapolsek Baru Masalembu Dihadapkan Tantangan Berat: Berantas Narkoba, Jangan Ada Polisi Jadi Backing
Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polresta Sumenep Diganti
Pemkab Sumenep Perkuat Konektivitas Laut
Sinergi Pemkab Sumenep dan UWG Malang, SDM hingga Potensi Kepulauan Jadi Fokus
Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 Disepakati
Pemkab Madiun Sosialisasikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Arah Kebijakan Berbasis Data dan Sinergi Lintas Sektor
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:58 WIB

Dinsos Kabupaten Madiun Perkuat Kapasitas LKS, Dorong Pelayanan Sosial Profesional dan Kemandirian Finansial

Jumat, 4 September 2026 - 21:35 WIB

Empat Pejabat Sumenep Dilantik, Bupati Fauzi Tagih Integritas dan Kinerja Nyata

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Kapolsek Baru Masalembu Jadi Harapan Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:51 WIB

Kapolsek Baru Masalembu Dihadapkan Tantangan Berat: Berantas Narkoba, Jangan Ada Polisi Jadi Backing

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran Polresta Sumenep Diganti

Berita Terbaru

FOTO: SDN Gunung Rancak 3, Robatal, @by_News9.id

PENDIDIKAN

Disdik Sampang Bantah Pernyataan Operator SD Gunung Rancak 3

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:40 WIB