PMT Balita dan Ibu Hamil di Masalembu Disorot, Dinkes Sumenep Didesak Buka Evaluasi Program

- Editorial Team

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Puskesmas Masalembu, Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

FOTO: Puskesmas Masalembu, Kabupaten Sumenep, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pelaksanaan program gizi di Puskesmas Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menjadi sorotan.

Kali ini, perhatian tertuju pada penanganan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang terindikasi mengalami gizi buruk serta ibu hamil dengan status gizi buruk.

Sejumlah pertanyaan muncul terkait pelaksanaan program tersebut, mulai dari pendataan sasaran, distribusi PMT, hingga mekanisme pemantauan dan evaluasi terhadap kelompok rentan yang membutuhkan penanganan serius.

Persoalan tersebut menjadi penting karena pemantauan kondisi ibu hamil, bayi, dan balita merupakan bagian krusial dalam upaya pencegahan stunting serta penanganan masalah gizi sejak dini.

Sorotan juga mengarah pada perubahan pengelolaan bidang gizi di Puskesmas Masalembu. Pada 2025, penanganan bidang tersebut disebut berada di bawah pemangku jabatan yang memiliki kewenangan terkait program gizi.

Baca Juga:  Awak Media Pertanyakan Penanganan Dugaan Penghinaan Wartawan, Soroti Pemahaman UU Pers

Sementara pada 2026, kewenangan itu disebut berada di bawah Kepala Puskesmas.

Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pembagian tugas, tanggung jawab, dan efektivitas pengawasan program gizi di lapangan.

Namun, mekanisme pengelolaan dan pelaksanaan pengawasan tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak terkait.

Taufan Abdi, warga Desa Masalima, mempertanyakan bagaimana pemantauan terhadap ibu hamil berisiko, balita yang membutuhkan PMT, serta bayi yang berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan dapat dilakukan secara optimal.

“Bagaimana bisa mengetahui kondisi ibu hamil yang gizinya buruk, kondisi balita yang membutuhkan PMT, dan perkembangan bayi kalau pengawasan di lapangan tidak maksimal,” ungkap Taufan, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, persoalan program gizi tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan program atau penyaluran bantuan makanan tambahan.

Baca Juga:  KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda

Hal yang tidak kalah penting yaitu memastikan setiap sasaran terdata dengan baik, memperoleh intervensi sesuai kebutuhan, dan dipantau secara berkala.

Di sisi lain, tenaga bidan maupun ahli gizi yang dinilai memiliki kompetensi dalam penanganan masalah gizi disebut tidak lagi menduduki jabatan tersebut pada 2026.

Kondisi itu turut memunculkan pertanyaan mengenai pembagian tanggung jawab teknis serta kesinambungan pemantauan terhadap kelompok rentan.

Baca Juga:  SPBU Paberasan Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Solar Subsidi

Atas persoalan tersebut, Taufan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pelaksanaan program PMT di Puskesmas Masalembu.

Penjelasan, kata dia, diharapkan mencakup jumlah balita dan ibu hamil yang menjadi sasaran, mekanisme pendataan dan distribusi PMT, jadwal pemantauan, pembagian tanggung jawab tenaga kesehatan, hingga hasil evaluasi program selama 2025–2026.

“Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana program gizi berjalan dan bagaimana pemerintah memastikan kelompok yang membutuhkan penanganan benar-benar mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi melalui pesan singkat kepada Kepala Puskesmas Masalembu belum mendapat jawaban. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Nola

Editor : Seno CS

Sumber Berita: https://News9.id

Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gedung Olahraga Glenmore Disorot, Akses Kendaraan Dikeluhkan Warga, Camat Belum Beri Klarifikasi
Pilkades Sumenep 2027, E-Voting Diusulkan untuk Daratan
Penjaga Palang Berkelahi dengan Sopir Travel di Jembatan Pajarakan, Diduga Dipicu Permintaan Uang
Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno
Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu
Polresta Malang Kerahkan Mobil Water Cannon Bantu Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang
KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda
Mahasiswa UNS Geruduk Balai Kota Solo, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:15 WIB

PMT Balita dan Ibu Hamil di Masalembu Disorot, Dinkes Sumenep Didesak Buka Evaluasi Program

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Gedung Olahraga Glenmore Disorot, Akses Kendaraan Dikeluhkan Warga, Camat Belum Beri Klarifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Pilkades Sumenep 2027, E-Voting Diusulkan untuk Daratan

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Penjaga Palang Berkelahi dengan Sopir Travel di Jembatan Pajarakan, Diduga Dipicu Permintaan Uang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno

Berita Terbaru