BeritaKesehatan

Inovasi Baru di Sumenep: EATORE, Sistem Pelaporan Kematian Berbasis Digital

347
×

Inovasi Baru di Sumenep: EATORE, Sistem Pelaporan Kematian Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini
Foto: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep saat meluncurkan aplikasi EATORE, @by_News9.id
Foto: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep saat meluncurkan aplikasi EATORE, @by_News9.id

SUMENEP, News9 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep meluncurkan inovasi baru berupa aplikasi Elektronik Mortality Report (EATORE), sebuah sistem pelaporan peristiwa kematian berbasis web.

Aplikasi ini secara resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati Sumenep pada Minggu (15/12/2024).

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Siti Hairiyah, menjelaskan bahwa aplikasi EATORE dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan data kematian secara online yang terintegrasi dengan situs resmi Dinkes P2KB Sumenep.

“Melalui aplikasi EATORE, kami dapat mengakurasi data kematian peserta BPJS dengan lebih tepat,” ujar Siti Hairiyah pada Senin (16/12/2024).

Masyarakat yang tidak menggunakan BPJS Kesehatan, tetapi berobat secara mandiri, juga dapat melaporkan data kematian melalui aplikasi tersebut.

Untuk memastikan masyarakat memahami penggunaan aplikasi EATORE, Dinkes P2KB aktif melakukan sosialisasi dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Dengan adanya EATORE, jika ada peserta BPJS yang telah meninggal dunia, data tersebut akan secara otomatis dicatat dan kepesertaannya di BPJS Kesehatan akan dinonaktifkan,” jelas Siti Hairiyah.

Selain itu, setiap peserta BPJS yang telah meninggal akan menerima sertifikat sebagai bukti resmi kematian dari sistem tersebut.

“EATORE diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas pelaporan peristiwa kematian di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung akurasi data kependudukan dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

“Dengan aplikasi ini, pengelolaan data kematian menjadi lebih terorganisasi dan transparan. Harapannya, ini menjadi langkah besar dalam optimalisasi pelayanan publik di bidang kesehatan,” pungkas Siti Hairiyah. ***

Tinggalkan Balasan

>