SUMENEP, NEWS9 – Rizky Pratama, seorang Koordinator Kabupaten (Korkab) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, terus menjadi sorotan publik.
Pasalnya, Kiki sapaan akrapnya diduga tidak hanya bertugas sebagai pengawas program, tetapi juga merangkap sebagai penyedia material bagi penerima bantuan.
Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah beberapa pihak mengaitkan gaya hidup Rizky yang terkesan hedonis dengan dugaan pemotongan anggaran bantuan BSPS di Sumenep.
Sebelumnya, dua kepala desa di Kecamatan Sapeken mengungkap bahwa nominal bantuan BSPS Sumenep mengalami pemotongan sebesar 30% hingga 40%.
Kini, muncul temuan baru dari seorang narasumber berinisial D yang memperkuat dugaan keterlibatan Rizky dalam penyediaan material.
Menurut narasumber, dalam program BSPS, setiap penerima bantuan mendapatkan Rp 20 juta, dengan rincian Rp 17,5 juta untuk material dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.
Celah dugaan penyimpangan muncul pada anggaran material yang langsung ditransfer ke penyedia.
“Teknisnya tentu tidak mungkin penyedia materialnya langsung diatasnamakan pribadi Korkab BSPS Sumenep. Melainkan menggunakan tangan lain,” ungkap D, pada Selasa (11/2/2025).
Ia juga mengungkap bahwa di kediaman Rizky ditemukan tumpukan material berupa kusen, yang disebut-sebut untuk keperluan rehab rumah penerima BSPS.
“Iya, dia mengakui menyediakan kusen untuk penerima BSPS. Tentunya hal itu tidak sesuai dengan etika jabatan yang diembannya,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Rizky Pratama masih belum memberikan tanggapan terkait tudingan tersebut.
Upaya konfirmasi melalui panggilan dan pesan WhatsApp awak media pun tidak mendapat respons.
Kasus tersebut masih terus bergulir, dan publik menunggu kejelasan serta langkah tegas dari pihak terkait. ***












