SUMENEP, NEWS9 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kali ini, kritik datang dari masyarakat yang menilai kualitas menu makanan yang disajikan kepada siswa jauh dari harapan.
Salah seorang warga berinisial AN menilai pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah justru tidak mencapai tujuan karena makanan yang dibagikan banyak tidak dikonsumsi para siswa.
“Seharusnya program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara dan dievaluasi secara menyeluruh. Sejak pertama kali berjalan di sekolah, banyak makanan yang tidak dimakan siswa. Menu yang disajikan hanya nasi, telur, tahu, timun, dan susu. Kondisi makanannya juga terlihat kurang menggugah selera,” ujar AN, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata anak mengalami kekurangan gizi, melainkan kualitas dan variasi menu yang dinilai tidak sesuai dengan selera anak-anak.
“Anak-anak punya selera makan yang berbeda. Tidak bisa dipaksakan dengan menu yang sama setiap hari. Kalau sejak awal mereka tidak tertarik, bagaimana tujuan pemenuhan gizi bisa tercapai,” katanya.
AN juga menyoroti pelaksanaan MBG di bawah Yayasan Bhakti Bunda Berjaya yang disebutnya menyajikan menu seragam di seluruh sekolah penerima manfaat.
Ia menilai evaluasi yang selama ini dilakukan belum menghasilkan perubahan berarti terhadap kualitas makanan.
“Kalaupun dievaluasi, sampai sekarang belum terlihat perubahan signifikan. Yang dibutuhkan adalah makanan yang benar-benar berkualitas dan disukai anak-anak,” tegasnya.
Dia bahkan mengkritik pendekatan program tersebut karena dinilai mengabaikan peran orang tua, khususnya ibu, yang lebih memahami pola makan dan kebutuhan gizi anak di rumah.
“Orang tua, terutama ibu, lebih tahu makanan yang disukai anaknya. Pemerintah pusat perlu mendengar masukan itu agar program ini tidak hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang maksimal,” tandasnya.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua MBG Yayasan Bhakti Bunda Berjaya, Zainudin, membenarkan bahwa menu yang dipersoalkan merupakan menu yang didistribusikan ke sekolah.
“Saya akan menanyakan langsung kepada pihak sekolah dan PIC terkait kendala maupun keluhan yang disampaikan,” ujarnya singkat. (Nola)







