EKONOMI BISNIS

Komitmen Canteng Koneng Pertahankan Mutu Batik Khas Sumenep 

3
×

Komitmen Canteng Koneng Pertahankan Mutu Batik Khas Sumenep 

Sebarkan artikel ini
Komitmen Canteng Koneng Pertahankan Mutu Batik Khas Sumenep
FOTO: Yudi bersama mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep, @by_News9.id/sumenepkab.co.id

SUMENEP, NEWS9 – Menjaga kualitas Batik Canteng Koneng sebagai salah satu batik khas Kabupaten Sumenep, Madura, bukan perkara mudah.

Dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) pembatik tulis yang memiliki keahlian khusus agar kualitas setiap produk tetap terjaga dan kepercayaan pelanggan tidak menurun.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Owner Batik Canteng Koneng, Didik Hariyanto, melalui pengelolanya, Yudi, bahwa proses mencetak pembatik yang benar-benar terampil membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Menurutnya, melatih pengrajin dari tahap dasar hingga mampu menghasilkan batik berkualitas memerlukan kesabaran dan konsistensi.

“Untuk melatih pengrajin agar benar-benar mampu membatik dengan baik membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun. Kami lebih mengutamakan desain yang menarik dan kualitas hasil batik, sehingga prosesnya memang tidak bisa instan,” ujar Yudi kepada mahasiswa magang Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Sumenep, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, kualitas dan desain menjadi nilai utama yang terus dipertahankan Batik Canteng Koneng.

Baca Juga:  Penyambutan Kepemimpinan Kombes Pol Ariek Indra Sentanu di Polresta Sumenep

Dengan produk yang berkualitas, pelanggan akan merasa puas dan secara tidak langsung ikut mempromosikan kepada orang lain melalui rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth).

“Ketika seseorang memakai Batik Canteng Koneng dan mendapat pujian atau pertanyaan dari orang lain tentang di mana membelinya, itu menjadi bentuk promosi yang sangat efektif bagi kami,” katanya.

Dilansir sumenepkab.co.id, usaha Batik Canteng Koneng yang berdiri sejak 2011 itu juga mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Baca Juga:  Pakar Media dan SDM Rekomendasikan E-book "Yudi The Connector" Sebagai Peta Menuju Kebahagiaan

Namun, penggunaannya masih sebatas memperkenalkan produk kepada masyarakat dan belum difokuskan sebagai sarana penjualan secara massal.

“Kami belum aktif menggunakan marketplace seperti Shopee. Kendalanya karena setiap motif batik bersifat unik, sehingga satu foto hanya mewakili satu produk. Pembaruan stok harus dilakukan terus-menerus,” jelasnya.

Meski demikian, pelanggan dari berbagai daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan kota-kota lainnya yang pernah berkunjung langsung ke galeri Batik Canteng Koneng umumnya melakukan pemesanan ulang melalui aplikasi WhatsApp.

Baca Juga:  Sinergi Babinsa dan Bidan Desa Wates Kulon Tingkatkan Monitoring Kesehatan Balita di Dusun Curah Kates

Yudi menambahkan, hingga saat ini Batik Canteng Koneng lebih banyak menyasar kalangan profesional, mulai dari pegawai kantor hingga pejabat.

Produk yang diproduksi masih didominasi baju batik atasan resmi yang digunakan untuk bekerja maupun menghadiri rapat.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp5 juta per potong, sehingga segmen pasar Batik Canteng Koneng lebih menyasar konsumen kelas menengah ke atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan nilai seni dalam setiap karya batik. (Khairil)