SUMENEP, NEWS9 – Ramadan kembali membawa keberkahan bagi masyarakat Sumenep dengan hadirnya Pasar Takjil 1446 Hijriah yang berlokasi di depan Labheng Mesem.
Tradisi tahunan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumenep, K. H. Imam Hasyim, pada Senin (3/2/2025), menandai dimulainya momentum kebersamaan di bulan suci.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pasar takjil bukan sekadar tempat transaksi kuliner, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, menguatkan ekonomi rakyat, serta menumbuhkan semangat berbagi.
“Pasar takjil ini adalah bagian dari syiar Ramadan. Bukan hanya tempat jual beli makanan berbuka, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan dan mendukung pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang,” ujar K. H. Imam Hasyim dengan penuh antusias.
Sejak hari pertama, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi.
Ratusan pedagang meramaikan pasar takjil dengan beragam sajian khas, mulai dari tajin sobih, lopis, dan apem hingga kuliner kekinian yang menggugah selera.
Sejak sore, warga mulai memadati lokasi, berburu hidangan berbuka favorit mereka.
Untuk memastikan kenyamanan pengunjung, pemerintah daerah berkolaborasi dengan dinas terkait dan aparat keamanan dalam menata jalannya pasar takjil agar tetap tertib.
Selain itu, aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama dengan penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pasar takjil di Sumenep bukan hanya tempat membeli makanan berbuka, tetapi juga bagian dari tradisi yang terus dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Ramadan menjadi momen istimewa bagi masyarakat untuk berkumpul, berbagi, dan merasakan kebersamaan yang semakin erat.
“Kami berharap keberadaan pasar takjil ini tidak hanya memberi manfaat bagi UMKM, tetapi juga semakin memperkuat jalinan persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkas Wakil Bupati.
Turut hadir dalam pembukaan itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Kehadiran mereka menambah semarak suasana, menegaskan bahwa Ramadan di Sumenep selalu menjadi momentum kebersamaan yang penuh makna. ***









