SUMENEP, NEWS9 – Di tengah upaya reformasi layanan publik di sektor kesehatan, sosok dr. Erliyati mencuri perhatian sebagai Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Perempuan bersahaja itu tak hanya menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin rumah sakit, tapi juga menyuntikkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Di mata masyarakat dan pasien, nama dr. Erliyati bukanlah sosok yang asing.
Ia dikenal tak segan turun langsung ke ruang-ruang pelayanan untuk memastikan semua pasien mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan profesional.
“Saya tidak menyangka direktur rumah sakit sebesar ini mau mendengar langsung keluhan pasien. Beliau bukan hanya profesional, tapi juga sangat peduli,” ungkap Hartono, keluarga pasien rawat inap, saat ditemui di ruang tunggu.
Semangat kepemimpinan berbasis empati itu turut dirasakan oleh internal rumah sakit.
Para pegawai menilai, sejak dr. Erliyati menjabat, atmosfer kerja berubah drastis.
Hubungan antarsesama tenaga medis menjadi lebih harmonis, budaya gotong royong hidup kembali, dan motivasi pelayanan meningkat signifikan.
“Beliau memimpin dengan hati. Kami merasa dihargai dan terus termotivasi untuk bekerja lebih baik,” ujar seorang perawat senior.
Di bawah kepemimpinannya, RSUD Sumenep telah melahirkan berbagai inovasi, antara lain perbaikan sistem antrean, penguatan layanan gawat darurat (IGD), hingga program layanan prioritas bagi pasien rentan dan lanjut usia.
Semua itu dilakukan demi mempercepat akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pujian juga datang dari kalangan luar. Sejumlah aktivis dan jurnalis lokal menyuarakan apresiasi terhadap model kepemimpinan dr. Erliyati yang dinilai membawa perubahan nyata.
“Saya memantau langsung peningkatan layanan RSUD Sumenep sejak dipimpin dr. Erliyati. Beliau bukan sekadar manajer rumah sakit, tapi pemimpin yang responsif, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil,” kata Khairil, aktivis Sumenep.
“Jarang ada Dirut rumah sakit yang mau berdialog terbuka dengan wartawan tanpa sikap defensif. dr. Erliyati justru menyambut kritik sebagai bahan evaluasi. Ini ciri pemimpin yang cerdas dan dewasa,” tambah, Ahdi jurnalis media lokal.
Transformasi RSUD Sumenep saat ini tak hanya dirasakan dari sisi fisik atau pelayanan medis, tetapi juga pada aspek budaya kerja.
Lingkungan rumah sakit menjadi lebih bersih, tanggap, dan berorientasi pada kenyamanan pasien.
Bahkan di IGD, yang kerap mendapat sorotan, kini mulai menunjukkan pelayanan yang lebih cepat dan terstruktur.
Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun penuh empati, dr. Erliyati menjelma menjadi simbol harapan baru dalam sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep.
Di tengah tantangan reformasi birokrasi dan keterbatasan sumber daya, ia membuktikan bahwa rumah sakit pemerintah pun mampu bertransformasi menjadi lembaga publik yang profesional, bersih, dan berintegritas. ***













>