BeritaBudayaPemerintahan

Haul Raja-Raja Madura dan Hari Santri Nasional Warnai Malam Khidmat di Keraton Sumenep

150
×

Haul Raja-Raja Madura dan Hari Santri Nasional Warnai Malam Khidmat di Keraton Sumenep

Sebarkan artikel ini
Haul Raja-Raja Madura dan Hari Santri Nasional Warnai Malam Khidmat di Keraton Sumenep
FOTO: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, (dua dari kiri) bersama Habib Muhammad Assegaf, (dua dari kanan). @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali meneguhkan semangat kebersamaan dan keislaman melalui peringatan Haul Raja-Raja Madura dan Hari Santri Nasional 2025, Sabtu (25/10/2025) malam.

Acara bertema “Merajut Sejarah Menatap Masa Depan” itu digelar khidmat di Pendopo Keraton Sumenep dan dihadiri ribuan masyarakat, santri, tokoh agama, hingga pejabat daerah.

Momentum sakral itu turut menghadirkan para kiai dan ulama se-Madura, yang bersama-sama memanjatkan doa untuk para raja dan tokoh agama yang telah berjasa besar bagi kemajuan tanah Madura.

Peringatan tersebut juga diisi dengan tausiyah penuh makna oleh Habib Muhammad Assegaf, yang mengingatkan pentingnya meneladani perjuangan para pendahulu dalam menegakkan nilai-nilai Islam serta semangat kebangsaan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam sambutannya menegaskan kegiatan itu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para leluhur yang telah membangun kejayaan Sumenep dan Madura.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk mengenang para pendahulu yang telah berjuang dan mewariskan kejayaan Sumenep, serta para ulama dan pejuang yang menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pesantren,” ujar Bupati Fauzi.

Ia menambahkan, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan cinta tanah air.

“Melalui pesantren, para santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan dan moralitas. Dari santrilah lahir banyak tokoh besar yang berkontribusi bagi bangsa,” imbuhnya.

Selain menjadi ajang doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, ulama, dan pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai keislaman serta kebudayaan lokal yang menjadi jati diri Sumenep dan Madura. ***

Tinggalkan Balasan

>