Seperlima APBD Sumenep Tak Bergerak, Publik Dibiarkan Menebak

- Editorial Team

Kamis, 18 Desember 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Noris Sabit, Presiden Fakta Foundation, @by_News9.id

FOTO: Noris Sabit, Presiden Fakta Foundation, @by_News9.id

SUMENEP, NEWS9 – Menjelang tutup tahun anggaran, realisasi APBD Kabupaten Sumenep baru mencapai 77,37 persen dari total pagu Rp2,70 triliun. Artinya, sekitar 22,63 persen atau kurang lebih Rp600 miliar anggaran publik belum terealisasi hingga akhir tahun.

Secara statistik, satu dari setiap lima rupiah APBD tidak bekerja secara optimal, padahal anggaran tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sejak awal tahun anggaran.

Pemerintah daerah menyebut sebagian pekerjaan telah selesai secara fisik, namun belum dapat dicairkan karena tertahan proses administrasi.

Jika demikian, persoalan utama bukan terletak pada pelaksanaan di lapangan, melainkan pada lambannya sistem birokrasi dalam mencairkan anggaran publik.

Baca Juga:  Tak Perlu Lagi ke Surabaya, RSUDMA Sumenep Kini Buka Layanan Urologi

Dengan waktu efektif kurang dari dua minggu menuju tutup tahun anggaran, ruang realistis untuk menyerap lebih dari Rp600 miliar nyaris tidak tersedia.

Dalam kondisi seperti ini, skenario yang paling masuk akal bukan lonjakan serapan, melainkan terbentuknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Alasan lain yang kerap disampaikan adalah turunnya harga barang dari asumsi awal perencanaan. Namun hingga kini tidak tersedia data terbuka yang memisahkan sisa anggaran akibat efisiensi belanja dan sisa anggaran akibat kegagalan eksekusi program.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Pulihkan Rumah Warga Sapudi, Tahap Kedua Segera Digulirkan

Akibatnya, publik kembali dipaksa menebak kinerja masing-masing perangkat daerah atau OPD.

Pola keterlambatan serapan anggaran ini bukan fenomena baru. Hampir setiap tahun, realisasi APBD menumpuk di akhir tahun demi memenuhi target laporan, sementara dampak program justru tertunda berbulan-bulan bagi masyarakat.

Kondisi ini bahkan menyentuh program unggulan Bupati, salah satunya Santri Entrepreneur, yang hingga mendekati akhir tahun belum menunjukkan capaian terukur maupun penjelasan terbuka mengenai realisasi anggarannya.

Baca Juga:  Polisi Bubarkan Balap Liar di Sumenep, 6 Motor Diamankan

Presiden Fakta Foundation, Noris Sabit, menilai pola ini menunjukkan pembiaran yang berulang.

“Anggaran ini bukan gagal diserap, tetapi sejak awal dibiarkan tidak bergerak. Dalam kondisi waktu tinggal hitungan hari, bicara serapan besar justru menjadi tidak rasional,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Ia meminta Bupati, TAPD, dan DPRD Sumenep segera membuka data perangkat daerah penyumbang sisa anggaran terbesar, termasuk program yang tertunda, agar APBD tidak sekadar menjadi angka administratif, melainkan benar-benar bekerja untuk kepentingan publik. ***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel news9.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pj Kades Bringin Sampang Apresiasi 81 Tahun Pengabdian TNI
Sambut HUT Humas Polri Ke-75 Tahun 2026 Polres Lumajang Salurkan Bantuan 1200 Liter Air Bersih
Ketua LSM GMBI Distrik Madiun Raya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Tegaskan Tolak Provokasi Jelang Momentum Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran
Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten
Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026
IMI Desak Evaluasi Satgas dan Transparansi PKKMB
Rakornas V Forum Dewan Pendidikan di Garut, Hasan Rohmad Dorong Reformasi Pendidikan yang Berpihak pada Realitas Daerah
Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan Alsintan, Bibit Alpukat dan Benih Padi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pj Kades Bringin Sampang Apresiasi 81 Tahun Pengabdian TNI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Sambut HUT Humas Polri Ke-75 Tahun 2026 Polres Lumajang Salurkan Bantuan 1200 Liter Air Bersih

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Ketua LSM GMBI Distrik Madiun Raya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas, Tegaskan Tolak Provokasi Jelang Momentum Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Hasil UKW di Surabaya, 29 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Madiun Turun Langsung Bersihkan Sampah, Program SELAMAT ASRI Diperkuat Menuju Adipura 2026

Berita Terbaru

FOTO: Satu satuan setingkat kompi (SSK) gabungan dari Batalyon A Pelopor, Samapta Polda Jawa Timur, Polisi Kehutanan (Polhut), dan relawan saat padamkan api. @by_News9.id

PERISTIWA

Api Kembali Membesar di Lereng Arjuno

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:22 WIB

FOTO: Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, dan relawan saat melakukan pemantauan. @by_News9.id

PERISTIWA

Asap Karhutla Masih Mengepul di Gunung Lawu

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:48 WIB