BeritaDaerah

Mbok Pon, Warga Tuna Netra Jambuwer Yang Tak Tersentuh Bantuan Rumah Layak Huni

170
×

Mbok Pon, Warga Tuna Netra Jambuwer Yang Tak Tersentuh Bantuan Rumah Layak Huni

Sebarkan artikel ini
Mbok Pon, Warga Tuna Netra Jambuwer Yang Tak Tersentuh Bantuan Rumah Layak Huni
FOTO: Tempat tinggal Mbok Pon (90) warga dusun Rekesan, Desa Jambuwer, Kec. Kromengan, Kab. Malang yang hidup seorang diri dengan kondisi tidak dapat melihat. @by_News9.id

MALANG, NEWS9 – Tempat tinggal layak adalah harapan bagi setiap orang tanpa terkecuali. Namun berbeda dengan nasib Mbok Pon (90) warga Dusun Rekesan, Desa Jambuwer, Kec. Kromengan, Kab. Malang yang hidup seorang diri dengan kondisi tidak dapat melihat.

Rumah yang ditempati sungguh sangat tidak layak, karena kondisi lantai masih tanah, tidak mempunyai kamar mandi dan WC.

Diantar oleh salah seorang warga setempat, saat awak media menelusuri keberadaan dan kondisi Mbok Pon, terlihat tampak menyedihkan.

Tidak ada yang menemani, terlihat Mbok Pon tertidur diatas ranjang reyot dan kumuh.

“Mbok Pon ini seorang diri, meskipun kondisi seperti ini beliau mandiri, masak sendiri, cari kayu bakar sendiri, cuma sayangnya, tidak mempunyai kamar mandi dan WC,” ujar M (52).

”Dulu pernah ada bantuan material masuk ke sini, katanya dari Komunitas Peduli Kromengan, berupa material lengkap untuk bikin kamar mandi dan WC, namun kok sudah 1 tahun lebih tidak dibangun,” lanjutnya.

Awak media mencoba konfimasi ke salah satu RW di wilayah setempat dan mendapat keterangan bahwa warga mengetahui akan ada gotong royong membuatkan kamar mandi dan WC Mbok Pon, tapi belum ada perintah lagi dari kepala dusun Rekesan. (13/12/2025)

Ketua Komunitas Peduli Kromengan Hendro W., S.H., saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut, bahwa 1 tahun yang lalu dari organisasinya sudah survey dan melihat keberadaan Mbok Pon, bersama dengan tim tenaga kesehatan Puskesmas juga saat itu cek kesehatan beliau dan kemudian mengajak donatur lain ikut membantu keberadaan Mbok Pon tersebut. (14/12/2025)

“Saya dan anggota sudah koordinir hal ini setahun yang lalu, kami mengajak kepala Puskesmas Kromengan untuk pengadaan kloset, lalu teman-teman pendamping sosial PKH kecamatan Kromengan juga saya gandeng sebagai bentuk kepedulian kepada warga serta donatur lain ada yang bantu pasir, semen, pipa dan lain-lain. Sudah saya serahkan kepada kepala dusun setempat waktu itu,” paparnya.

”Kami serahkan material yang cukup untuk bangun MCK sederhana, dan pengerjaan kami serahkan warga setempat, dan itu sudah disanggupi kepala dusun Rekesan dan diketahui oleh kepala desa Jambuwer, tapi sangat disayangkan hingga saat ini tidak ada realisasi, mungkin karena bantuan kami dianggap tidak besar sehingga diremehkan oleh mereka pemangku pemerintahan di desa Jambuwer,” tandas Hendro. ***

Tinggalkan Balasan

2